Home > Berita Liga Inggris > Pengamat Heran Harry Kane Tak Diminati Duo Manchester

Pengamat Heran Harry Kane Tak Diminati Duo Manchester

Pengamat sepak bola Sky Sports, Paul Merson mengaku dirinya terheran-heran mengapa tidak ada tim yang berminat merekrut striker haus gol milik Tottenham, Harry Kane. Kane sudah membuktikan ketajamannya di Premier League dari musim ke musim.

Bahkan, Kane dua kali sukses menyabe gelar top skorer, yaitu pada musim 2015/16 dan 2016/17 lalu. Tapi, ketajaman Kane sampai sekarang belum bisa mempersembahkan gelar juara bagi Tottenham. Prestasi terbaiknya hanya mencapai final Liga Champions dua musim lalu.

Merson pun mempertanyakan alasan Kane tetap setia memperkuat Tottenham sampai sekarang. Ia menganggap ketajaman pemain 27 itu tersia-siakan di Spurs.

“Saya mungkin merupakan penggemar terbesar Harry Kane setelah ibu dan ayahnya! Saya melihat dia dan berpikir: ‘Apa yang akan kami menangkan di Tottenham?’,” tulis Merson dalam kolomnya di Sky Sports.

“Dia salah yang terbaik dalam urusan mencetak gol, tapi dia mencetak 30 gol semusim dan tidak mendapat kesempatan meraih trofi, lalu apa gunanya dia ada di sana?” tanya Merson.

Lebih lanjut, Merson juga bertanya-tanya kenapa saat ini tidak ada tim yang berniat menggaet Kane. Padahal, Merson menganggap Kane akan sangat cocok bagi Manchester United atau Manchester City.

“Saya tidak bisa mempercayai kalau tidak ada satu pun tim yang mendekatinya. Apa yang saya lewatkan?” kata Merson.

“Manchester United mencari-cari penyerang tengah yang bertugas mencetak gol, dan kalau saya jujur, saya rasa Man City juga begitu. Kalau Sergio Aguero cedera, mereka terlalu banyak membuang peluang. Aguero adalah striker dua tembakan, satu gol,” katanya.

“Saya gagal paham kenapa tidak ada pembicaraan lebih banyak tentang tim yang merekrut Kane,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pekan Perdana Premier League, 3 Tim Ini Tampil Mengecewakan

Beberapa tim sudah menjalani pertandingan pertamanya di Premier League. Sebagian tim berhasil membentuk kepercayaan dirinya ...