Home > Berita Liga Indonesia > Persela Lamongan > Nilmaizar Tak Terganggu Dengan Kepergian Pemain Asing Persela

Nilmaizar Tak Terganggu Dengan Kepergian Pemain Asing Persela

Surabaya – Pelatih Persela Lamongan Nilmaizar mengaku antusias menyambut dilanjutkannya kembali Liga 1 2020 yang sempat tertunda selama kurang lebih lima bulan akibat pandemi Covid-19.

“Bagi saya, ini memberikan nuansa tersendiri bagi seorang pelatih. Kalau tidak melatih, dan tetap ada di rumah, rasanya ada yang kurang. Saya tetap senang dengan liga ini, walau sebenarnya sedang dalam kondisi tidak bagus akibat pandemi,” kata Nil melalui channel YouTube resmi Persela.

“Mungkin pemain lebih cinta lagi dengan sepakbola, kembali beraktivitas lagi. Mudah-mudahan ini menjadi suatu kegiatan yang berarti buat kami semua,” sambungnya.

Terkait pemain asingnya, Rafael ‘Rafinha’ Gomes de Oliveira, yang memutuskan tidak melanjutkan karir di Persela, Nil menegaskan bahwa Persela masih bisa memaksimalkan pemain yang ada.

“Saya sebagai pelatih tetap yakin dengan (kondisi) apapun. Kami tidak boleh melemahkan dan mengecilkan arti pemain. Siapa pun pemain yang ada di sini, kami harus bangga. Sekarang tinggal bagaimana kami yakin dengan tim ini,” ucap Nil.

Namun Nil mengaku kebijakan untuk mencantumkan dua nama pemain berusia di bawah 20 tahun dalam daftar pemain akan berpengaruh kepada skema idela yang telah disusun Persela Lamongan.

“Secara statistik memang betul (ada pengaruh), karena ada dua pemain (skuad utama) yang tidak bisa dimainkan, dan ada dua . . . . . . pemain (U-20) yang harus dimasukkan ke line-up,” jelas Nil.

“Dari sisi strategi, pelatih agak terganggu. Tapi untuk kepentingan tim nasional dan generasi muda, kami harus bisa menyikapinya agar tim dapat tampil lebih bagus ke depannya, dan bisa menemukan strategi yang diinginkan pelatih,” ucap mantan pelatih Semen Padang ini.

Selain itu, Nil juga meyakini para pendukung Persela Lamongan akan tetap memberikan support kepada tim kesayangannya meski tidak bisa menonton langsung di stadion.

“Sebenarnya, lebih penting sehat dari pertandingan, karena kesehatan itu mahal. Sepakbola berjalan di tengah pandemi sudah bagus, tapi protokol kesehatan tetap diterapkan, baik kepada pemain, pelatih, pengurus, dan penonton,” kata Nil.

“Saya yakin mereka (suporter) tetap mendukung di dalam hati, entah mereka nonton lewat komputer atau siaran langsung televisi. Doa seorang suporter sangat berarti bagi Persela,” pungkasnya.

x

Check Also

Jelang Lawan PSIS, Pelatih Persela Pelajari Rekaman Laga Uji Coba Lawan via YouTube

Lamongan – Persela Lamongan akan menghadapi PSIS Semarang pada pekan pertama BRI Liga 1 2021/22, ...