Home > Berita Liga Inggris > MU Kini Dianggap Tak Jago Dalam Melobi Pemain Baru

MU Kini Dianggap Tak Jago Dalam Melobi Pemain Baru

Mantan pemain bek kiri Manchester United, Patrice Evra mengungkapkan buruknya lobi Setan Merah dalam merekrut pemain, karena melibatkan seorang pengacara untuk membawa pemain incaran ke Old Trafford.

Ia menilai cara itu tidak efektif karena menyerahkan masalah itu kepada pihak yang tidak mengenal sepakbola. Man United sejauh ini baru mendatangkan satu pemain. Manajemen berhasil mendapatkan Donny van de Beek dari Ajax dengan nilai transfer 40 juta pounds atau sekira Rp785 miliar dengan durasi kontrak selama lima tahun.

Tapi, target utama Man United, Jadon Sancho sampai saat ini belum mendarat di Old Trafford. Kepindahan pemain berusia 20 tahun itu terkendala biaya transfer yang mencapai 120 juta euro atau sekira Rp2 triliun, yang diminta Borussia Dortmund.

Melalui video di Instagram, Evra membandingan pendekatan transfer Man United di era CEO David Gill dan Alex Ferguson dengan kepala eksekutif Ed Woodward dan Matt Judge, kepala negosiator transfer Man United. Ia mengatakan saat era Ferguson, pelatih legendaris itu langsung menemui pemain buruannya.

“Saat itu, tidak ada kabar Fergie akan mendatangkan pemain di koran, lalu (Robin) Van Persie, Evra, (Nemanja) Vidic, (Rio) Ferdinand, semuanya cepat. Saat Manchester United menginginkan seorang pemain, mereka pergi dan berbicara dengannya secara langsung,” kata Evra.

“Saat Ferguson dan David Gill datang menemui saya di Monaco, wawancara itu sulit dibanding wawancara dengan CIA atau FBI,” kata dia.

Tapi, kata Evra, telefonnya sekarang sering berdering. Banyak direktur olahraga klub papan atas Eropa yang menghubunginya. Mereka meminta dia untuk menghubungi kepala negosiator Man United.

“Orang harus mengerti kalau kami mengirim pengacara untuk berbicara dengan pemain, dan saat Anda mengirim pengacara, mereka berbicara tentang angka, mereka bukanlah orang dari dunia sepakbola. Jadi, saat kami menginginkan seorang pemain, dia biasanya berharga 20 juta pounds dan Anda akhirnya mencoba membelinya seharga 100 juta pounds, bahkan para pemain itu tidak menginginkan uang lagi,” katanya.

Ia pun memberi contoh kegagalan Man United dalam membeli pemain. Salah satunya mendatangkan Alexis Sanchez dari Arsenal.

“Contoh sempurna adalah Alexis Sanchez. Manchester City adalah yang pertama, dia meminta begitu banyak uang, bahkan Guardiola mengatakan, ‘Saya tidak dapat memberikan uang itu karena saya akan kehilangan kepercayaan pemain,’” kata Evra.

“Tapi beruntung bagi Alexis, Manchester United membujuknya, ‘ayo, ayo, kita punya uang di sini’. Bahkan dia bilang setelah satu hari dia bertanya kepada agennya apakah dia bisa memutuskan kontraknya,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Statistik Mengagumkan Thiago Alcantara Selama 45 Menit Perkuat Liverpool

Liverpool menghajar Chelsea dua gol tanpa balas (2-0) pada duel pekan kedua Premier League 2020/21, ...