Home > Berita Liga Indonesia > Shopee Liga 1 2020 > IPW Berharap Sultan Bersikap Tegas Melarang Lanjutan Liga 1 2020 di Yogyakarta

IPW Berharap Sultan Bersikap Tegas Melarang Lanjutan Liga 1 2020 di Yogyakarta

Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) meminta kepada Sultan Hamengkubuwono X agar tidak mengizinkan wilayahnya, Yogyakarta, dijadikan lokasi pertandingan lanjutan Liga 1 2020.

Menurut Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, masih maraknya penyebaran kasus Covid-19 di Tanah Air akan berpotensi menjadikan wilayah Yoyakarta sebagai klaster baru Covid-19.

Untuk diketahui, Yogyakarta dijadikan homebase oleh beberapa klub Liga 1 seperti Bali United, Persiraja Banda Aceh, Persija Jakarta, Barito Putera, Borneo FC, dan PSM Makassar.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru sebagai pelaksana memang memutuskan untuk melanjutkan kembali Liga 1 2020 yang sempat terhenti pada Maret lalu dengan memusatkan semua kegiatan di Pulau Jawa.

“Untuk itu, IPW mengimbau Sultan dan warga Jogja agar menolak even itu dan menolak klub-klub Liga 1 menjadikan Jogja sebagai homebase,” kata Neta.

Data kasus covid-19 di Yogyakarta memang mengalami peningkatan, dari 461 kasus positif pada 14 September 2020, menjadi 2.312 kasus positif pada 23 September.

“Kedatangan para pemain dan ofisial tentunya berpotensi tinggi membawa virus Covid-19, kendati tanpa gejala,” jelas Neta.

Neta juga menanyakan apakah ada jaminan para pemain dan official yang datang ke Yogyakarta tidak membawa virus, dan siapa yang akan bertanggungjawab bila nantinya Yogyakarta menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Siapa yang menjamin para suporter mereka tidak akan datang ke Jogja? Jika akibat . . . . . . Liga 1 itu Yogya menjadi klaster baru Covid 19, siapa yang harus bertanggung jawab?” tanya Neta.

“Apakah PSSI dan LIB mampu menjalankan semua syarat-syarat protokol kesehatan Covid-19” sambungya.

Neta kemudian menyinggung soal langkah yang diambil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang melarang warga Jakarta masuk ke Bandung untuk mencegah pergerakan masyarakat antarkota demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

“Sultan perlu menegaskan kepada Polri dan PSSI bahwa angka penyebaran virus Covid 19 di Yogya pada bulan September 2020 wajib dijadikan kewaspadaan. Walaupun Yogya bukan termasuk zona merah, tapi secara epidemiologis wilayah DIY adalah wilayah yang padat dan tidak tepisahkan,” jelas Neta.

“Daripada Yogya menciptakan klaster-klaster baru dari para pemain dan ofisial klub peserta Shopee Liga 1 2020, lebih bagus, sejak awal, warga dan Gubernur Yogya memberi ultimatum untuk menolak kedatangan semua klub dan menolak adanya pertandingan sepakbola di wilayahnya,” tandasnya.

x

Check Also

Di Antara Negara ASEAN, Hanya Indonesia Yang Kompetisi Sepakbolanya Terhenti

Jakarta – Setelah PSSI memutuskan untuk menunda lanjutan Liga 1 2020 hingga awal tahun depan, ...