Home > Berita Liga Inggris > Ingin Kalahkan Liverpool ? Graeme Souness Berikan Tipsnya

Ingin Kalahkan Liverpool ? Graeme Souness Berikan Tipsnya

Liverpool mengakhiri musim 2019-2020 dengan raihan gelar Liga Inggris pertama mereka setelah menanti 30 tahun lamanya. The Reds, julukan Liverpool, sukses menjuarai kompetisi itu dengan bertahan di puncak klasemen akhir dengan keunggulan 18 poin atas rival terdekat mereka, Manchester City. Ketangguhan pasukan Juergen Klopp pada musim lalu sudah menimbulkan kekhawatiran bagi klub-klub saingan mereka.

Tapi, sebuah panduan kelihatannya bisa membantu klub-klub itu untuk menghadapi sang juara bertahan. Uniknya, panduan itu datang dari sumber yang tidak terduga, yaitu legenda Liverpool, Graeme Souness. Souness, yang bermain untuk Liverpool selama enam tahun (1978-1984) sebelum melatihnya selama tiga tahun (1991-1994), menjalin hubungan yang dekat dengan klub berjulukan The Reds itu.

Dia juga memberikan pujian kepada tim Juergen Klopp, yang bisa memberikan gelar liga yang tidak dapat diraih oleh tim Liverpool lain selama 30 tahun terakhir. Tapi, Souness yakin kalau ada cara bagi mereka untuk dikalahkan. Menurut sosok berusia 67 tahun itu, hal pertama yang perlu dilakukan klub lawan untuk mengalahkan Liverpool adalah menyesuaikan etos kerja mereka.

“Hal pertama adalah bekerja lebih keras daripada orang-orang yang Anda lawan, dan semuanya harus melakukan itu,” kata Souness dalam kolomnya di The Times.

“Bukan kebetulan kalau tim-tim yang mengalahkan mereka sebelum virus corona menghentikan kompetisi, Napoli, Atletico Madrid, dan Watford, adalah tim yang siap untuk melakukan perubahan yang tepat. ”

“Musim lalu, Liverpool adalah yang terbaik di liga, tapi juga tim yang paling tidak disukai semua orang.”

“Hal berikutnya yang harus Anda siap lakukan adalah memenangi lini tengah mereka dalam pertarungan fisik. Mereka ingin menindas Anda, jadi Anda harus melawan mereka.”

“Itu harus menjadi titik awal Anda karena mereka adalah tim penggerak dan Anda akan selalu berada dalam pertarungan fisik, apakah itu dengan Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, James Milner atau Fabinho.”

“Anda harus menghadapi tantangan itu secara langsung dan kemudian, saat Anda mendapatkan bola, Anda harus menjaganya di bawah tekanan, seperti yang dilakukan Atletico.”

“Anda harus secara teknis cukup baik untuk menjaga penguasaan bola . . . . . . saat mereka mengejar Anda di lini tengah,” kata Souness menambahkan.

Selain itu, Souness juga menjelaskan kalau klub-klub rival Liverpool itu harus menyoroti bek sayap pasukan Juergen Klopp. Pasalnya, The Reds mengandalkan pemain bek sayap untuk menciptakan kreativitas di lapangan.

“Kalau ada yang namanya pemain bek sayap palsu, maka Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson yang melakukannya,” kata peraih tiga gelar Liga Champions bersama Liverpool saat menjadi pemain ini.

“Pasalnya, mereka benar-benar pemain lini tengah ekstra, jadi Anda harus menghentikan mereka melewati garis tengah dan memberikan assist.”

“Mereka memiliki energi yang sama pada menit ke-90 seperti pada lima menit pertama.”

“Saya akan tergoda untuk mencoba pemain yang lebih berpikiran defensif, pekerja keras di sana untuk melawan mereka.”

“kalau Anda dapat membatasi pasokan dan pengaruh Alexander-Arnold dan Robertson, itu adalah titik awal yang baik untuk menghentikan mereka.”

“Ciptakan sedikit keraguan, sehingga mereka tidak tahu sejak awal bahwa mereka bisa mencuri bola dari Anda di sepertiga pertahanan Anda.”

“Kalau Anda ingat pertandingan pertama musim lalu di Anfield, Norwich City memiliki banyak bola dan terlihat tampil bagus, tapi berapa skor akhirnya? 4-1. ”

“Kalau Anda berkata kepada Liverpool, apa yang Anda inginkan dari Leeds United dari Marcelo Bielsa pada hari Sabtu, Klopp ingin mereka bermain dari belakang karena itu memainkan kekuatan mereka.”

“Anda harus membuat mereka mundur satu yard dan tiba-tiba Anda bisa melakukan operan, tapi Anda juga harus menjadi tim yang baik secara teknis untuk melakukan itu.”

“Kalau Anda terus memberikannya dengan gampang, jam terus berdetak dan hanya masalah waktu sebelum mereka menghukum Anda,” katanya mengakhiri.

x

Check Also

mikel arteta

Berada Di Posisi Paling Akhir Klasemen Sementara Arsenal Terancam Terdegradasi

London – Dalam laga pekan ketiga EPL 2021/22 ini, Arsenal harus menelan kekalahan mereka yang ...