Home > Berita Liga Spanyol > Enzo Zidane, Putra Legenda Yang Tersisih Ke Klub Afrika

Enzo Zidane, Putra Legenda Yang Tersisih Ke Klub Afrika

Nama besar Zinedine Zidane tentu tidak perlu diragukan lagi sebagai seorang pesepak bola. Seluruh penghargaan tertinggi sebagai pemain dan manajer sudah diraih oleh Zidane. Mulai dari trofi Liga Spanyol, Liga Champions, sampai Piala Dunia sudah berada di etalase trofi pribadi Zidane.
Nama besar Zidane itulah yang sekarang disandang oleh putranya, Enzo Zidane, yang juga terjun ke dunia sepak bola.

Tapi, tidak semujur ayahnya, nasib Enzo lebih tidak menentu saat usianya masih menginjak 25 tahun. Saat ini, Enzo bermain untuk klub asal Spanyol, UD Almeria, sejak Januari 2020. Sebelumnya, dia sering berpindah-pindah klub karena tidak kunjung menemukan performa terbaiknya.
Enzo memulai karier sepak bolanya saat usia 9 tahun.

Saat itu, Enzo bergabung dengan akademi Juventus dan pindah ke akademi Real Madrid pada 2004. Enzo pun menghabiskan waktu sepuluh tahun menimba ilmu di akademi Real Madrid. Pada 2015, Enzo mulai bermain untuk Real Madrid Castilla dan bermain sebanyak 78 kali di semua kompetisi.
Pria kelahiran Bordeaux itu sempat melakukan debut dengan tim senior pada 2016.

Saat itu, Enzo tampil untuk Real Madrid dalam ajang Copa del Rey melawan Cultural Leonesa. Tidak kunjung dapat promosi ke tim utama, Enzo memutuskan untuk hijrah ke klub Spanyol lainnya, Deportivo Alaves, pada awal musim 2017-2018.
Alih-alih mendapat menit bermain, Enzo hanya bermain sebanyak empat kali untuk Deportivo Alaves.

Pada pertengahan musim 2017-2018, Enzo pun hijrah ke Swiss untuk bergabung dengan Lausanne-Sport. Pemain berusia 25 tahun itu bertahan cukup lama di Lausanne-Sport dengan tampil sebanyak 16 kali dan mencetak 2 gol. Walau bertahan . . . . . . sedikit lebih lama di Swiss, nyatanya, Enzo dipinjamkan lagi ke klub Spanyol, Rayo Majadahonda.
Di Majadahonda, Enzo mendapat kesempatan bermain lebih banyak dibandingkan klub-klub sebelumnya, yakni 34 kali.

Tapi, Majadahonda tidak berminat untuk memberikan kontrak permanen kepada Enzo. Setelah menyudahi petualannya bersama Lausanne-Sport, Enzo mencoba peruntungannya ke Portugal. Enzo bergabung dengan Desportivo Aves pada awal musim 2019-2020. Hanya bertahan setengah musim, Enzo kembali ke Spanyol dan bergabung dengan UD Almeria sampai saat ini.
Di Almeria, Enzo tidak kunjung mendapat menit bermain reguler di berbagai kompetisi.

Alhasil, Roberto Carlos selaku agen Enzo mengusahakan kliennya untuk terbang ke Benua Afrika. Enzo berencana untuk bergabung dengan Wydad Casablanca. Bahkan, Carlos sudah mengirimkan pesan kepada Presiden Wydad Casablanca, Naciri.

Dalam video yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Carlos meminta Naciri untuk segera merampungkan kesepakatan dengan Enzo.

“Salam, Presiden Naciri, saya sangat senang bisa berbicara dengan Anda,” kata Carlos.

“Saya berharap untuk mencapai kesepakatan untuk Enzo Zidane, pemain yang sangat bagus, dengan Wydad, klub hebat dari Casablanca,” kata Carlos menambahkan.

Wydad Casablanca merupakan juara bertahan Liga Maroko saat ini dan sudah menjadi kampiun Liga Champions Afrika sebanyak dua kali.

x

Check Also

Oscar Trejo Terpilih Menjadi Man Of The Match Dalam Laga Barcelona vs Rayo Vallecano

Barcelona – Barcelona harus menuai kekalahan kembali dari Rayo Vallecano dengan skor akhir 0-1. Barcelona ...