Home > Timnas Indonesia > Wartawan Senior Kritik Langkah PSSI Naturalisasi Cristian Gonzales

Wartawan Senior Kritik Langkah PSSI Naturalisasi Cristian Gonzales

Jakarta – Keputusan PSSI untuk melakukan naturalisasi Cristian Gonzales pada 2010 lalu dinilai keliru.

Hal ini diungkapkan wartawan olahraga senior, M Nigara, menyikapi prestasi Timnas Indonesia yang tidak menunjukkan kemajuan.

Seperti diketahui, PSSI gencar melakukan naturalisasi kepada pemain asing sejak 2010. Nama Cristian Gonzales menjadi kasus yang pertama.

Setelah itu muncul banyak nama pemain yang dinaturalisasi. Sebut saja Greg Nwokolo, Sergio van Dijk, Ilija Spasojevic, hingga yang terbaru Otavio Dutra.

Namun demikian, langkah naturalisasi tersebut tidak lantas menjadikan prestasi Timnas Indonesia menjadi lebih baik.

Menurut M Nigara, langkah PSSI untuk menaturalisasi Cristian Gonzales terlalu cepat tanpa memperhatikan regenerasi pemain muda.

Lebih jauh Nigara mengungkapkan, dirinya pernah menjadi tim investigasi yang dibentuk oleh PSSI pada 2009 silam untuk menelusuri jejak pemain keturunan Indonesia yang bisa dinaturalisasi.

“Saya, Reva Deddy Utama, Yesayas Oktavianus, Toro, tahun 2009 kami ditunjuk oleh PSSI untuk menjadi tim investigasi awal naturalisasi,” ungkap Nigara.

“Yang kami maksud naturalisasi waktu itu adalah anak-anak separuh Indonesia,” jelasnya.

Namun rekomendasi yang disampaikan Nigara dan rekan-rekannya tersebut tidak sesuai dengan keinginan PSSI sehingga PSSI mengambil langkahnya sendiri dengan menaturalisasi pemain yang sudah berpengalaman.

“Lalu kami datang ke Belanda Februari 2009, dan kami sudah buat laporan,” ucap Nigara.

“Namun . . . . . . rupanya laporan kami barangkali dianggap kurang pas sehingga PSSI mengambil jalan pintas dengan caranya sendiri yang kita tahu Gonzales masuk, Nwokolo masuk,” sambungnya.

Saat itu Nigara mengaku kecewa dengan langkah yang diambil PSSI yang seharusnya menaturalisasi pemain-pemain muda yang memiliki masa depan yang lebih panjang.

“PSSI melakukan sesuatu di luar ekspektasi kita, di luar gambaran yang sudah kami lakukan. Dan agak keliru sebetulnya,” kata Nigara.

Karena itu, Nigara menugusulkan hal yang sama kepada Timnas U-19 Indonesia yang akan berlaga di Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.

“Piala Dunia sudah tinggal beberapa bulan lagi, menurut saya (sekali lagi tentu saja debatable), kita butuh sesuatu (pemain naturalisasi) untuk menyuntik (kekuatan timnas U-20 Indonesia) dan kita akui kalau bisa sebagai jalan pintas terakhir,” pungkasnya.

x

Check Also

PSSI Bidik Kiper Sampdoria Untuk Dinaturalisasi, Begini Tanggapan Sang Ayah

Jakarta – Nama kiper Sampdoria, Emil Audero Mulyadi, belakangan menjadi perbincangan di Tanah Air setelah ...