Home > Timnas Indonesia > Wacana Pemain Naturalisasi Untuk Timnas U-19 Tuai Pro Kontra

Wacana Pemain Naturalisasi Untuk Timnas U-19 Tuai Pro Kontra

Jakarta – Jelang digulirkannya kembali kompetisi Shopee Liga 1 2020, banyak bermunculan pemain-pemain muda asing yang kabarnya akan diproyeksikan sebagai pemain naturalisasi.

Setidaknya ada tiga klub ternama Liga 1 yang mulai mendatangkan pemain asing berusia muda.

Persija Jakarta telah merekrut Thiago Apolina Pereira dan Maike Henrique Irine De Lima, Arema FC memilih mendatangkan Hugo Guilherme Corre Grillo dan Pedro Henrique Bartoli, sedangkan Madura United sudah mengindikasikan akan melakukan hal yang sama.

Sebelumnya, dua nama pemain yakni Maike Henrique dan Pedro Henrique Bartoli sempat disebutkan dalam presentasi PSSI dalam Webinar yang dilakukan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada 10 Juli lalu.

Selain dua nama di atas, ada satu nama lagi yang disebut yakni Leozao TB yang diperkirakan adalah sosok calon pemain baru yang oleh Madura United disebut sebagai ‘Calon Pemain Timnas U-20’.

Dalam presentasi tersebut, ketiga pemain ini masuk dalam proyek naturalisasi oleh PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2021.

Menurut keterangan General Manager Arema Ruddy Widodo, pemain asing yang didatangkan bertujuan untuk transfer pengetahuan dan skill.

“Tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat kita kepada para pemain lokal di Timnas, adanya investasi jangka panjang pemain-pemain . . . . . . asing ini diharapkan juga ada transfer pengetahuan, skill antar pemain asing dan lokal. Dampaknya pasti akan positif dan kelak akan dirasakan terjadi peningkatan kualitas,” kata Ruddy Widodo.

Sedangkan Persija Jakarta menganggap dua pemain muda asing yang didatangkan ini masih berstatus trial.

Terkait kurangnya informasi yang disampaikan Persija kemudian menimbulkan banyak pertanyaan karena slot pemain asing Macan Kemayoran sudah penuh.

Di sana sudah ada nama-nama seperti Rohit Chand, Marco Motta, Marc Klok, dan Marko Simic.

“Melihat perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi, maka kami memutuskan untuk mencoba menambah amunisi pemain asing untuk melengkapi komposisi tim,” kata Presiden Persija Mohamad Prapanca.

“Apakah kami pakai semua, atau salah satu saja? Tentu tergantung dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan dari tim,” jelasnya.

x

Check Also

PSSI Bidik Kiper Sampdoria Untuk Dinaturalisasi, Begini Tanggapan Sang Ayah

Jakarta – Nama kiper Sampdoria, Emil Audero Mulyadi, belakangan menjadi perbincangan di Tanah Air setelah ...