Home > Berita Liga Spanyol > Barcelona > Sinyal Guardiola Akan Kembali Ke Barcelona Menguat

Sinyal Guardiola Akan Kembali Ke Barcelona Menguat

Pelatih Barcelona, Quique Setien, paling lambat akan dipecat dari jabatannya pada Senin 17 Agustus 2020. Setelah memecat Setien, manajemen Barcelona akan mencari pelatih yang cocok menggantikan sosok 61 tahun itu. Nama Mauricio Pochettino santer diberitakan akan menggantikan posisi Setien. Tapi, juru taktik Manchester City, Josep Guardiola, juga berpeluang menangani Barcelona musim depan.

Bahkan, setidaknya ada lima alasan kenapa Guardiola segera gantikan posisi Setien di Barcelona. Apa saja?

Berikut 5 alasan Guardiola gantikan posisi Setien di Barcelona:

5. Tersisa Kontrak Satu Tahun

Guardiola tinggal menyisakan kontrak satu tahun dengan Manchester City. Biasanya, sebuah klub sering mengizinkan pemain atau pelatihnya berpindah klub saat tinggal menyisakan satu tahun kontrak. Ditambah lagi, Guardiola tidak pernah menangani tim lebih dari empat tahun. Barcelona (2008-2012) dan Manchester City (2016-2020) tercatat sebagai klub yang paling lama ditangani pelatih asal Spanyol itu, yakni empat musim.

4. Trofi Liga Champions

Guardiola pernah empat musim menangani Barcelona. Dalam empat musim itu, Guardiola menghadirkan dua trofi Liga Champions, yaitu pada 2008-2009 dan 2010-2011. Tapi, setelah meninggalkan Barcelona, Guardiola tidak pernah lagi mengangkat trofi si Kuping Besar. Bersama Bayern Munich, Guardiola hanya membawa Die Roten lolos ke semifinal tiga musim beruntun (2014-2016).

Kemudian bareng Man City, prestasi terbaik The Citizens hanyalah menembus perempatfinal dalam tiga musim terakhir. Karena itu, kalau Guardiola dan Barcelona berkolaborasi, bukan tidak mungkin keduanya kembali memenangkan Liga Champions. Terlebih Barcelona juga sudah cukup lama tidak memenangkan trofi Liga Champions. Terakhir kali Barcelona juara Liga Champions pada 2014-2015.

3. Kenangan Manis

Seperti yang sudah diceritakan di atas, Guardiola memiliki sejarah manis dengan Barcelona. Selama empat musim menangani Barcelona, Guardiola menghadirkan 14 trofi. . . . . . . Pencapaian itu membuat Guardiola sebagai pelatih dengan raihan trofi terbanyak di Barcelona, melewati rekor Johan Cruyff (11 trofi). Cruyff membutuhkan delapan tahun (1988-1999) untuk memenangkan 11 trofi bersama Barcelona.

2. Lionel Messi

Menurut laporan media asal Spanyol, COPE, Messi akan meninggalkan Barcelona saat kontraknya berakhir pada 30 Juni 2021. Hal itu terjadi kalau Messi melihat tidak ada perubahan di tubuh Barcelona pada musim 2020-2021. Demi memperbaiki prestasi Barcelona, mendatangkan Guardiola adalah bukti keseriusan manajemen membentuh tim tangguh. Kalau Barcelona berprestasi pada 2020-2021 di bawah arahan Guardiola, Messi dipercaya bertahan dan memilih memperpanjang kontrak.

1. Kembalikan Dominasi Timnas Spanyol

Saat Guardiola menukangi Barcelona, prestasi Timnas Spanyol terdongkrak. Saat itu, La Furia Roja (julukan Timnas Spanyol) menjadi kampiun Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Saat itu, skuad Timnas Spanyol dihuni sejumlah personel Barcelona seperti Victor Valdes, Carles Puyol, Gerard Pique, Xavi Hernandez, Andres Iniesta sampai Pedro Rodriguez.

Uniknya saat Guardiola meninggalkan Barcelona pada musim panas 2012, prestasi Spanyol merosot tajam di berbagai turnamen yang mereka ikuti. Spanyol tersingkir di fase grup Piala Dunia 2014, 16 besar (Piala Eropa 2016) dan 16 besar (Piala Dunia 2018). Karena itu bukan tidak mungkin, Guardiola mendongkrak prestasi Spanyol kalau kembali menangani Barcelona.

x

Check Also

Bocoran Pemenang Ballon d’Or 2021, Nama Lionel Messi Keluar Sebagai Pemenangnya

Jakarta – Meski pengumuman pemenang Ballon d’Or 2021 baru akan dilakukan pada 29 November, namun ...