Home > Berita Bola > Robin Van Persie Ungkap Sosok Yang Membuatnya Tampil Garang di MU

Robin Van Persie Ungkap Sosok Yang Membuatnya Tampil Garang di MU

Manchester – Eks ujung tombak Manchester United Robin van Persie mengungkap bagaimana Ryan Giggs memicunya untuk menunjukkan kemampuan terbaik, sekalipun kala itu legenda asal Wales tersebut hampir berusia 40 tahun.

Di episode terakhir UTD Podcast, Van Persie berbicara kembali terkait karirnya di Old Trafford, terutama musim 2012/13 yang menjadi debutnya sekaligus membuatnya memenangkan gelar Liga Primer Inggris.

Van Persie, yang bergabung ke skuad besutan Sir Alex Ferguson dari Arsenal, dengan cepat memahami standar tinggi yang diterapkan di Aon Training Complex.

Saat sosok asal Belanda itu masuk, Giggs yang saat itu menginjak usia 39 tahun pada November belum menunjukkan tanda-tanda penurunan di tempat latihan dan Van Persie menjadi terpacu untuk meningkatkan permainannya.

“Sebenarnya, saya sempat rekaman untuk Premier League Productions dengan Giggs dua bulan lalu dan Steve, sang pembawa acara, dan waktu itu membicarakan soal trofi Liga Primer saya,” buka Van Persie. “Saya merespons seperti, ‘ya, oke, namun itu cukup, pria ini punya 13 trofi, itu sangat banyak, sehingga pujian untuk saya cukup, beri saja itu pada dia!’

“Giggsy, sejujurnya, dia sangat baik dan begitu sopan, dan dia bisa berbaur. Dia benar-benar legenda, Anda tahu itu. Dia punya 13 gelar Liga Primer!

“Dia dahulu adalah pemain berkelas dan sosok fantastis,” lanjut Van Persie. “Dia dahulu adalah satu dari sekian banyak pemain yang benar-benar memicu saya untuk mengerahkan yang terbaik di setiap sesi latihan.

“Karena sesuatunya yang dia lakukan di usia 38 dan 39 waktu itu… Dia melakukan berbagai hal luar biasa di tempat latihan, . . . . . . seperti mengumpan tanpa melihat, memberi umpan silang di mana Anda berpikir ‘mengapa dia memberi bola itu?’ tapi tiba-tiba semuanya klik hanya beberapa detik kemudian. Saya sangat menikmati sesi latihan dan terkadang saya tertawa, karena saya sangat menikmatinya dan berbagai aksi dari pemain seperti dia.”

Van Persie juga menyinggung momen saat ia meraih gelar Liga Primer pertamanya dan menyadari beberapa pemain senior di United kurang begitu bersemangat, itu termasuk Giggs dan Paul Scholes.

“Saya merasakan itu,” terang Van Persie. “Saya melihat Scholes hanya duduk di belakang bus. Dia menikmatinya dengan gayanya sendiri, namun dia tidak seperti saya dan pemain lain yang memenangkan itu untuk kali pertama atau kedua. Mereka [Giggs dan Scholes] hanya santai, Anda tahu itu, namun tersenyum dan menikmatinya dengan cara berbeda.

“Di tim, saya melihat ada beberapa pemain yang telah memenanginya lebih dari lima kami dan beberapa yang tidak. Seperti Buttner. Alexander Buttner, dia berpesta dan dia kegirangan sambil melompat-lompat. Itu adalah gelar pertamanya dan jika Anda melihat perbedaan [reaksi] antara Buttner dan Giggs, itu sangat lucu.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Pioli

Stefano Pioli Usulkan Ada Time-Out di Sepakbola

Milan – Pelatih AC Milan, Stefano Pioli memiliki usulan menarik terkait aturan sepak bola, yakni ...