Home > Berita Bola > PSIS Hanya Andalkan Hak Komersial dan Subsidi Untuk Jalani Lanjutan Liga 1

PSIS Hanya Andalkan Hak Komersial dan Subsidi Untuk Jalani Lanjutan Liga 1

Lanjutan Liga 1 2020 akan diadakan di tengah pandemi Covid-19 ini. Sedangkan PSIS Semarang masih tetap mengaji para pemain dan ofisial walau aktivitas diliburkan. Sejak Maret lalu PSIS Semarang meliburkan segala aktivitas tim. Tapi tim masih memiliki kewajiban membayar gaji pemain sesuai arahan dari PSSI.

Tapi belum lama ini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah sepakat bahwa lanjutan Liga 1 2020 akan kembali bergulir 1 Oktober mendatang dengan diadakan tanpa penonton. Dengan keputusan itu, tentu saja tidak hanya tim berjulukan Laskar Mahesa yang harus memutar otak tapi juga klub-klub peserta lainnya.

Menurut Yoyok Sukawi dengan digelarnya kompetisi tanpa penonton tentu saja ada beban berat untuk klub. Apalagi sebagian besar klub sepak bola di Indonesia bergantung dari tiket penonton selama ini.

“Kami cuma bergantung dari hak komersial saja. Karena pendapatan tiket dipastikan minus, padahal PSIS itu kekuatannya dari tiket penonton,” kata Yoyok Sukawi kepada Sabtu (1/8/2020).

“Pendapatan kami itu dari tiket penonton dan dari situ totalnya 70 persen,” kata pria yang juga menjabat sebagai komite eksekutif (Exco) PSSI.

Tidak ada penonton tentu penghasilan yang masuk ke klub minus. Oleh karena itu mau tidak mau klub mulai bertumpu pada sponsor. Seperti Persib Bandung menyatakan akan bergantung dengan sponsor, berbeda dengan klub seperti Bhayangkara FC dan juga PSIS. Kalau Bhayangkara FC menyatakan sponsor . . . . . . pada menarik diri, PSIS mengatakan tidak bisa lagi menggantungkan diri kepada sponsor karena yang mereka dapatkan sudah habis.

“Kalau untuk sponsor lokal, kami masih jalan, tapi sudah habis untuk persiapan awal dan operasional,” katanya.

“Jadi perlu diingat ya kami musim 2020 ini kan start persiapan dari bulan Desember 2019 sampai sekarang ya. Sekarang kami masih membayar gaji pemain dan ofisial kan,” kata Yoyok.

Oleh karena itu, PSIS Semarang untuk lanjutan Liga 1 2020 ini hanya tinggal bergantung dengan hak komersial dan sokongan subsidi dari PT LIB. Bantuan subsidi dari PT LIB untuk klub pada lanjutan Liga 1 2020 ini sebesar Rp800 juta. Walau mendapatkan sebesar itu, klub-klub menilai masih kurang karena akan digunakan untuk biaya operasional dan yang lainnya.

“Iya. Makanya itu kan sangat berat untuk klub,” katanya.

Walau begitu, Yoyok menegaskan di situasi pandemi Covid-19 ini untuk pemegang saham memang mau tidak mau harus siap tombok.

x

Check Also

Tabarez Akhirnya Dipecat Sebagai Pelatih Timnas Uruguay Usai 15 Tahun Masa Baktinya

Jakarta – Pelatih Timnas Uruguay akhirnya mengakhiri masa kepelatihannya yang sudah berjalan selama 15 tahun.Tabarez ...