Home > Berita Liga Jerman > Bayern München > Prediksi PSG vs Bayern Munchen, Liga Champions 23 Agustus 2020

Prediksi PSG vs Bayern Munchen, Liga Champions 23 Agustus 2020

Final idaman Liga Champions akhirnya terwujud setelah Bayern Munchen lolos ke partai puncak setelah menumbangkan Olympique Lyon dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini membuat pasukan Hans-Flick menorehkan 10 ertandingan tanpa terkalahkan di segala kompetisi. Sekedar catatan, sebelumnya, Munchen menghancurkan Barcelona dengan skor telak 8-2 yang membuat Barca akhirnya mulai melakukan revolusi.

Munchen di final akan ditantang Paris Saint-Germain di Stadion Da Luz, Senin (24/8/2020) dini hari. PSG sudah lebih dahulu lolos setelah menyingkirkan klub Jerman, RasenBallsport Leipzig juga dengan skor 3-0. Gol Le Parisiens dibuat oleh Marquinhos, Angel Di Maria dan Juan Bernat. Kalau diteliti lebih lanjut, kekuatan kedua tim bisa dibilang sangat seimbang dari lini belakang hingga depan.

Gelontoran duit dari Pengusaha Qatar, Nasser Al-Khelaifi sejak 2011 lalu membuat PSG menjadi salah satu klub Eropa yang patut disegani. Walau sering kali tersandung di babak perempat final, sekarang PSG bisa berharap mewujudkan mimpinya meraih trofi si Kuping Lebar untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Sedangkan Munchen yang sudah mempunyai sejarah kental di Liga Champions, sudah mapan baik secara mental bertanding, skill pemain maupun finansial klub. Dengan torehan lima gelar juara, klub asal kota Munich ini adalah salah satu raksasa Eropa yang selalu masuk daftar juara bursa-bursa taruhan di Eropa.

Sebelum menyaksikan partai final Liga Champions Antara PSG vs Munchen, ada baiknya kita bedah lini per lini kedua tim:

1. Kiper

Prediksi Skor PSG Vs Munchen: Siapa Jadi Raja Eropa, Munchen atau PSG?

Nama Keylor Navas memang dibilang kurang mengkilap kalau dibanding Manuel Neuer. Padahal, kiper asal Kosta Rika ini adalah penjaga gawang yang membawa Real Madrid menciptakan sejarah sebagai yang tim menjuaraI Liga Champions tiga kali secara beruntun pada musim 2015 sampai 2018.

Total sudah 12 trofi yang diraih Navas bersama Madrid. Tapi catatan itu ternyata belum cukup membuat posisi Navas aman di bawah mistar gawang Madrid, Datangnya Thibaut Courtois akhirnya membuat Navas pergi musim ini dari Madrid dan berlabuh di PSG.

“Saya ke PSG bukan untuk berlibur,” kata Navas.

Dan tidak tanggung-tanggung, PSG langsung dibawanya ke partai puncak di musim pertamanya. Sedangkan Madrid yang dahulu membuangnya hanya bisa bertahan sampai babak perempat final.

Navas memang belum tentu bisa main karena masih dibekap cedera. Tapi kalau kembali bisa bermain, pengalaman dan mentalitas Navas akan sangat diperlukan untuk membuat lini belakang PSG tenang menghadapi serbuan lini depan Munchen.

Sedangkan Neuer samapi partai final Liga Champions sudah membuat 15 cleansheets dari 33 pertandingan. Padahal Neuer sempat diragukan bisa kembali mengisi pos penjaga gawang Munchen setelah satu musim absen akibat cedera kaki kirinya. Sekarang Neuer membuktikan dirinya belum habis walau sudah berusia 34 tahun.

Neuer yang pernah membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 sudah mengkoleksi 16 trofi bersama Munchen termasuk Liga Champions di musim 2012-2013. Dengan torehan mentereng kedua kiper itu, menarik ditunggu siapa yang akan memungut bola terlebih dahulu dari jala, Neuer atau Navas?

2. Lini Belakang

Bisa dibilang, Thiago Silva dan Jerome Boateng sudah memasuki masa-masa terakhir mereka di sepak bola. Silva sekarang sudah berumur 35 tahun dan Boateng yang pernah membela Manchester City berusia 31 tahun. Tapi Silva adalah jaminan mutu untuk lini belakang PSG. Kehadiran Silva di lapangan dengan statistic 2,67 poin per pertandingan, nyaris membawa PSG meraih poin penuh di tiap pertandingan.

Silva akan didukung Marquinhos serta dua bek sayap Presnel Kimpembe dan Juan Bernat yang selau naik turun membantu pertahanan dan serangan.
Boateng sendiri di lini belakang Munchen adalah figur sentral yang tidak tergantikan. Walau sering kali beredar berita akan dijual tapi pada kenyataannya Boateng selalu menjadi benteng tangguh Munchen yang sulit dilewati striker lawan.

Boateng yang pernah menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia mempunyai catatan 2,46 poin per pertandingan bersama Munchen musim . . . . . . ini. Di pertandingan final nanti, Boateng akan ditemani David Alaba, dua wing bek ganas yaitu Alphonso Davies, Joshua Kimmich yang sering memberikan assist matang dan mencetak gol untuk Munchen.

Prediksi Skor PSG Vs Munchen: Siapa Jadi Raja Eropa, Munchen atau PSG?

3. Lini Tengah

Lini tengah Munchen bisa dibilang mempunyai keunggulan tipis dari PSG tanpa Marco Veratti yang sekarang dibekap cedera. Kehadiran Leandro Paredes, Ander Herrera dan Angel Di Maria dinilai belum cukup untuk menandingi kesangaran para pemain Munchen yang biasanya diisi Ivan Perisic, Thomas Muller, Leon Goretzka, Serge Gnabry, dan Thiago Alcantara.

Kalau ditotal, kelima pemain ini sudah menghasilkan 42 gol untuk Munchen. Dan jangan lupakan super sub Philippe Coutinho yang sudah mengemas delapan gol dan enam assist selama berseragam Munchen musim ini. Pelatih PSG Thomas Tuchel harus berpikir ekstra keras untuk menghentikan lini tengah Munchen yang memang menjadi kekuatan di musim ini.

Kalau Herrera dan Paredes berhasil mematikan dan merusak aliran bola, bukan tidak Munchen akan kewalahan menghadapi serangan balik PSG yang mengandalkan kecepatan.

4. Lini Depan

Robert Lewandowski sebenarnya layak meraih Ballon d’Or musim ini kalau tidak ada pandemi virus Corona. Dengan torehan 55 gol bersama Munchen musim ini, pria berusia 31 tahun itu jauh meninggalkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang silih berganti meraih trofi Ballon d’Or. Lewandowski adalah contoh striker sempurna.

Kuat dalam duel, pintar menempatkan posisi, tajam menyelesaikan peluang, sering membuka ruang dan memberikan assist untuk pemain lain adalah kelebihan pemain asal Poladia ini. Tidak ada striker murni sekarang ini yang mempunyai kemampuan kumplit seperti Lewandowski. Thiago Silva tidak boleh lengah sedikit pun saat mengawal Lewandowski di partai final.

Kalau Munchen mengandalkan kekuatan fisik, lini depan PSG yang diisi Neymar dan Kylian Mbappe akan memanfaatkan kecepatan. Dengan kekuatan super itu, Mbappe dan Neymar total sudah menjebol gawang lawan sebanyak 58 kali selama musim ini. Dan patut dicatat, kedua pemain sempat dibekap cedera. Bayangkan kalau duo ini bermain penuh selama satu musim.

Kelebihan Neymar dan Mbappe itu bisa dimanfaatkan untuk mengeskploitasi pertahanan Munchen yang memang tidak mempunyai kecepatan tapi lebih mengandalkan kekuatan fisik. Dengan ditopang Di Maria yang tiba-tiba bisa merangsek ke sektor depan seperti di pertandingan semifinal, bukan tidak mungkin gawang Munchen yang dijaga Neuer jebol oleh trio asal Paris ini.

Prediksi susunan pemain PSG Vs Munchen:

Paris Saint-Germain (PSG): Rico; Kehrer, Thiago Silva, Kimpembe, Bernat; Paredes, Marquinhos, Herrera; Di María, Mbappé, Neymar

Diragukan tampil: Gueye (muscular), Kurzawa (thigh), Navas (thigh), Verratti (calf)

Bayern Munchen: Neuer; Kimmich, Boateng, Alaba, Davies; Goretzka, Thiago; Perišic, Müller, Gnabry; Lewandowski

Head to head PSG Vs Munchen:

PSG dan Munchen sudah bertemu delapan kali selama berkompetisi di Eropa dan semuanya terjadi fase grup. Berikut delapan pertemuan yang terjadi antara PSG vs Munchen:

05/12/17: Munchen 3-1 PSG (Lewandowski 8, Tolisso 37, 69; Mbappé 50)

27/09/17: PSG 3-0 Munchen (Dani Alves 2, Cavani 31, Neymar 63)

18/10/00: Munchen 2-0 PSG (Salihamidzic 3, Paulo Sérgio 89)

26/09/00: PSG 1-0 Munchen (Laurent Leroy 90)

05/11/97: PSG 3-1 Munchen (Gava 17, Maurice 73, Leroy 75; Babbel 28)

22/10/97: Munchen 5-1 PSG (Elber 4, 73, Jancker 21, 47, Helmer 51; Simone 48)

23/11/94: Munchen 0-1 PSG (Weah 80)

14/09/94: PSG 2-0 Munchen (Weah 39, Bravo 80)

Prediksi Skor PSG Vs Munchen:

Skor PSG Vs Munchen: 2-2

Skor PSG Vs Munchen: 2-1

Skor PSG Vs Munchen: 1-3

x

Check Also

Femeni Alexia Putellas

Femeni Alexia Putellas Dari Barcelona Meraih Penghargaan Women’s Ballon d’Or 2021

Jakarta – Femeni Alexia Putellas dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Women’s Ballon d’Or 2021, dirinya merupakan ...