Home > Berita Liga Indonesia > Pemain Muda Brazil Serbu Indonesia, Pelatih Persib Ogah Berkomentar

Pemain Muda Brazil Serbu Indonesia, Pelatih Persib Ogah Berkomentar

Bandung – Perekrutan sejumlah muda Brasil yang dilakukan tiga klub Liga 1 2020 memancing komentar miring dari sejumlah kalangan. Namun arsitek tim Persib Bandung Robert Rene Alberts memilih tidak ikut menanggapi.

Madura United, Persija Jakarta, dan Arema FC kedatangan beberapa pemain muda asal Brasil untuk memperkuat tim di lanjutan Liga 1 2020 yang berlangsung pada 1 Oktober. Bahkan Arema secara resmi telah menyodorkan kontrak untuk Pedro Bartoli dan Hugo Grillo, serta berniat menaturalisasi kedua pemain tersebut.

Tentu perekrutan ini memancing dugaan sejumlah pihak sebagai bagian dari rencana PSSI menempuh cara instan untuk memasukkan pemain tanpa darah Indonesia itu ke dalam timnas U-19 di Piala Dunia U-20 tahun depan. Namun Robert Alberts menolak memberikan pendapat soal kemungkinan tersebut.

“Ada banyak cerita di luaran sana, dan ada banyak perbedaan berita satu sama lain. Jadi kami di Persib memilih untuk tak memberikan komentar atas isu ini,” tegas Robert Alberts dinukil laman Simamaung.

Robert Alberts menegaskan tidak mengikuti langkah ketiga klub itu, dan memilih mengambil pemain muda dari akademi klub. Meski arsitek tim asal Belanda ini tak menjamin pemain muda bisa langsung masuk ke dalam skuad utama.

“Kami hanya akan menaikkan pemain dari tim U-20, karena itu sudah jadi peraturannya, harus ada dua pemain U-20 di dalam 18 nama penghuni daftar susunan pemain di setiap pertandingan,” ujar Robert . . . . . . Alberts.

“Kami sudah mengidentifikasi pemain dari tim U-20. Yang pertama kami tentu ingin melihat bagaimana talenta yang direkomendasikan dari pelatih tim junior dan koordinatornya, Yoyo (Adiredja), dan kami melihat kemampuan individual dan mentalitasnya.”

Selain memprioritaskan pemain dari akademi, alasan Robert Alberts tak memboyong pemain muda asing adalah regulasi. Menurutnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menyatakan bursa transfer baru dibuka pada akhir tahun ini.

“Peraturan diatur dengan sangat jelas untuk Liga 1 2020, setiap pemain dari sesama anggota Liga 1 tidak bisa bermain untuk tim lain sepanjang musim ini. Akan ada jendela transfer pada bulan Desember,” terang Robert Alberts.

“Regulasinya saat ini adalah jika ada pemain yang tak mau penyesuaian kontrak sebesar 50 persen dari total nilai kontrak di awal, pemain punya hak untuk tidak menerima itu. Tapi klub tidak boleh merekrut pemain asing lain, karena tak ada jendela transfer untuk saat ini.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Seri 3 BRI Liga 1 2021/22 Batal Digelar di Jawa Timur

Jakarta – PT Liga Indonesa Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia memastikan ...