Home > Berita Bola > Konsep 3SF, Sepakbola Yang Dimainkan Oleh 3 Tim dan 3 Gawang Sekaligus

Konsep 3SF, Sepakbola Yang Dimainkan Oleh 3 Tim dan 3 Gawang Sekaligus

Bayangkan: sepakbola yang selama ini dikenal, dimainkan dengan tiga tim dan tiga gawang sekaligus? Sekilas kelihatan aneh, tapi ia nyata.

Perkenalkan: 3 Sided Football (3SF).

Konsep 3SF pertama kali diciptakan oleh Asger Jorn pada 1962. Jorn merupakan anggota gerakan Situanist International (SI): suatu gerakan yang berisikan seniman avant-garde serta kaum Marxis dan Anarkis yang kecewa dengan rasionalisasi teknologi kehidupan di bawah kapitalisme. Sebagaimana namanya, 3SF dimainkan tiga tim sekaligus di atas lapangan berbentuk heksagon (segi enam).

Setiap tim juga diperbolehkan untuk berembuk terlebih dahulu mengenai peraturan sebelum pertandingan dimulai dan elemen lain dapat direvisi secara spontan. Selain itu, tim yang berhak memenangkan pertandingan bukan yang mencetak gol terbanyak, tapi yang kebobolan paling sedikit.

Jorn menggunakan 3SF sebagai metode untuk menjelaskan teori pembaharuannya akan dialektika Marx yang ia sebut sebagai “triolectics”. Dengan berangkat dari pendekatan fisika kuantum, “triolectics” adalah usaha melampaui transfer energi linear demi membangun bidang kemungkinan dan negosiasi yang bersifat spatio-temporal.

Dalam kata lain, 3SF adalah praktik eksplorasi pedagogis Jorn dari sistem “triolectics”. Itulah kenapa kelak 3SF acap dimainkan di lokasi-lokasi yang memiliki signifikansi psikogeografis di seluruh dunia: dari hutan di titik pusat Eropa, sampai Taksim Square, di dalam silo (sebuah bangunan yang biasa digunakan untuk menyimpan muatan curah) bahan bakar di Soviet, sampai di medan bergelombang yang terletak di sekitar Omphalos (pusat spiritual) Kerajaan Inggris yang dibangun pada abad ke-16 oleh John Dee.

Teori “triolectics”, sebagaimana penjelasannya, memang terdengar amat rumit dan aneh. Mark Dyson, salah seorang pelopor turnamen 3SF (Deptford Three Sided Football Club, D3FC) di London pada tahun 2010, juga mengamini hal itu.

“Jorn sama sekali tidak bisa menjelaskan (‘triolectics’). Dia muncul dengan teori yang sangat aneh, dan tidak ada yang bisa menjelaskan teorinya. Jadi dia menggunakan metafora sepakbola tiga tim untuk menjelaskannya.”

Apa Sebenarnya 3SF dan Bagaimana Cara Bermainnya?

Walau idenya sudah muncul sejak periode 1960-an, pertandingan 3SF baru pertama kali diselenggarakan pada 28 Mei 1993 oleh London Psychogeographical Association di Glasgow Green sebagai bagian dari Glasgow Anarchist Summer School bersama kolektif Luther Blissett dari Italia. Nama Luther Blissett sendiri ditakik dari seorang pesepakbola kulit hitam generasi awal yang bermain di Liga Italia dan sering menjadi sasaran rasialisme.

Tahun 2010 lalu, saat Britania Raya sedang melaksanakan pemilihan umum, salah seorang penulis Inggris bernama Sally O’Reilly menyelenggarakan kembali pertandingan 3SF. Adapun tiga tim yang bermain menamai klubnya masing-masing dengan nama partai yang juga sedang bertanding di pemilihan umum.

Sebuah kelompok intelektual di Inggris yang menamakan diri mereka Philosophy Football, secara perlahan juga mulai rutin mengadakan pertandingan 3SF. Pada tahun 2011, misalnya, mereka mengadakan pertandingan 3SF di tiga kota di Eropa: Mei di Madrid, lalu November di Roma, dan berikutnya Desember di Bilbao antara tim yang merepresentasikan Athletic Bilbao . . . . . . dengan para imigran di sana.

Pandit sepak bola terkemuka, Sid Lowe, juga turut bermain dalam pertandingan yang diselenggarakan di Bilbao. Pada Mei 2013, bertempat di London, Philosophy Football kembali membuat turnamen, kali ini dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak tim dari seluruh dunia. Tahun 2014 lalu juga menjadi tahun pembentukan International 3 Sided Football Federation untuk kali pertama.

Kalau Anda tertarik untuk memainkannya, berikut tata cara permainan 3SF yang sejauh ini sering dipergunakan, sebagaimana dilansir dari laman Philosophy Football. Sebagai catatan, tata cara ini bersifat tidak wajib, melainkan hanya menjadi panduan standar yang dapat dinegosiasikan kembali berdasarkan kesepakatan antartim.

Gol: Dalam 3SF, tim yang kebobolan paling sedikit adalah pemenangnya.

Lemparan ke dalam dan tendangan pojok: di lapangan heksagon yang memiliki enam sisi, setiap tim menempati dua sisi: sisi belakang yang merupakan letak dari gawang sendiri dan sisi depan. Kalau bola yang ditendang lawan keluar di antara sisi tim Anda, maka itu lemparan atau tendangan penjuru buat tim Anda. Kalau sebaliknya, maka lemparan atau tendangan penjuru buat tim lawan, tergantung pada sisi mana tim mana Anda menendang bola keluar.

Wasit: Pada mulanya, 3SF memiliki prinsip permainan tanpa wasit. Alasan filosofisnya adalah karena “permainan ini dibentuk untuk mendekonstruksi aturan sepak bola konvensional”. Walau begitu kalaupun pertandingan “diwajibkan” untuk memakai wasit, maka akan dipakai dua wasit agar mampu membuat keputusan-keputusan yang filosofis, cerdas, dan tepat.

Durasi pertandingan: Tidak ada batasan waktu. Semua tim bebas bermain sampai bosan dan tidak tentu arah. Idealnya, melihat pertandingan yang sudah-sudah, waktu 30 menit sudah cukup untuk memainkan 3SF.

Aturan lain: Tak ada offside dan akan ada pergantian pemain secara bergiliran. Selain itu, anggota dari tim yang kalah diperbolehkan bergabung dengan tim lain demi mengejar ketertinggalan dari tim yang menang. Dengan kata lain, dua tim bisa bergabung untuk melawan satu tim. Tapi, setelah itu mereka dapat kembali ke tim masing-masing.

Pada satu sisi, aturan itu bisa jadi akan membingungkan, sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang pewarta La Gazzetta dello Sport, Filippo Ricci, yang juga sempat bermain bersama Lowe di Madrid.

“Sangat membingungkan. Anda dapat mengkhianati seseorang tapi mereka tidak akan kecewa karena mereka tahu itu bagian dari permainan, dan orang yang mengkhianati mereka dapat kembali menjadi teman. Ini membuat sepakbola menjadi sangat menghibur dan strategis.”

Bagaimana, tertarik mencoba sepakbola tiga sisi?

x

Check Also

Selalu Bersaing Jadi Pemain Terbaik, Lionel Messi Masih Beri Pujian Untuk Cristiano Ronaldo

Jakarta – Lionel Messi tidak pernah lepas dari Cristiano Ronaldo dalam hal bersaing sebagai pemain ...