Home > Berita Liga Indonesia > Gajinya Belum Dibayar, Pelatih TIRA Persikabo Pasrah

Gajinya Belum Dibayar, Pelatih TIRA Persikabo Pasrah

Jakarta – Juru racik TIRA Persikabo Igor Kriushenko mengaku pasrah jika tunggakan gajinya di klub Uzbekistan, Shurtan Ghuzar, yang telah memasuki tahun kedelapan tidak terbayarkan hingga jatuh tempo.

Kriushenko digaet sebagai arsitek tim Shurtan pada 22 November 2011 menggantikan Tachmurad Agamuradov dengan durasi kontrak dua tahun. Pelatih asal Belarusia ini kemudian didepak pada 5 Juli 2012, dan digantikan Edgar Gess.

Namun kepergian Kriushenko dari Shurtan menyisakan masalah. Pasalnya, sisa gaji Kriushenko sejauh ini belum dibayarkan, dan kasusnya telah diputuskan FIFA. Shurtan yang kini bermain di Pro Liga (setara Liga 2) diberikan batas waktu hingga pertengahan Agustus 2020.

“Saya sebelumnya sudah menyampaikan keluhan kepada FIFA tentang Shurtan, karena klub itu tidak membayar gaji saya sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati,” ungkap Kriushenko dikutip laman Sports.

“FIFA telah memberikan batas waktu kepada Shurtan untuk melunasi tunggakan gaji itu pada 13 Agustus 2020. Saya tidak bisa menyebutkan jumlahnya. Jika tidak dilakukan, FIFA akan menyiapkan hukuman untuk klub.”

Kriushenko juga menambahkan, sejauh yang ia tahu, dirinya belum pernah mendengar Shurtan menunggak gaji pemain dan pelatih manapun, sehingga sosok berusia 56 tahun itu mengaku heran dengan situasi yang dialami dirinya.

Kriushenko selanjutnya . . . . . . membesut klub negaranya, FC Torpedo-BelAZ Zhodino, hingga 2017, sebelum akhirnya menahkodai timnas Belarusia. Kriushenko lalu memutuskan kontrak dengan timnas untuk melanjutkan karir di Indonesia bersama TIRA Persikabo.

“Tawaran untuk bekerja di Indonesia datang setelah saya meraih kesuksesan bersama tim nasional. Saya dan federasi sepakat untuk menghentukan kontrak, dan saya selanjutnya bekerja di negara ini (Indonesia),” jelas Kriushenko.

Walau demikian, Kriushenko menyebut mendapatkan pengalaman berharga selama menukangi klub di Uzbekistan. Menurutnya, pengalaman bersama Shurtan tidak membuat dirinya menutup kemungkinan berkarir di negara tersebut.

“Kesan bagus dan positif banyak saya dapatkan di sana. Masyarakat di Uzbekistan sangat ramah. Jika ada tawaran untuk bekerja lagi di Uzbekistan, saya tentu akan mempertimbangkannya,” kata pelatih yang pernah menangani Dinamo Minsk tersebut. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Dianggap Kalah WO Lawan Persis Solo, PSG Pati Ajukan Banding

Jakarta – PSG Pati mengajukan banding atas putusan Komisi Displin PSSI yang memutuskan Java Army ...