Home > Berita Liga Champions > Final Liga Champions, Mbappe Ingin Catat Sejarah

Final Liga Champions, Mbappe Ingin Catat Sejarah

London – Kylian Mbappe menyebut dirinya merapat ke Paris Saint-Germain untuk mencatat sejarah dengan memenangkan Liga Champions. Mimpi ini bisa segera terealisasi jika mereka berhasil menundukkan Bayern Munich di partai final edisi 2019/20.

PSG, yang mengeliminasi RB Leipzig di babak semi-final untuk mencapai final pertama mereka dalam sejarah, akan menghadapi juara Bundesliga itu di Lisbon Minggu ini.

Mbappe pernah tampil di semi-final kompetisi ini bersama Monaco pada 2017 silam sebelum dia bergabung ke klub ibu kota dengan nilai transfer bombastis.

Penyerang berusia 21 tahun itu nampak lebih meyakinkan sejak pulih dari cedera engkel dan bertekad kuat untuk memenangkan gelar Eropa pertama klub pada akhir pekan ini.

“Inilah alasan utama saya berada di sini,” tutur Mbappe dalam konferensi pers Sabtu.

“Saya selalu mengatakan, saya ingin menulis sejarah di sepakbola Prancis. Saya punya kesempatan lainnya untuk mewujudkan itu esok,” lanjutnya.

“Ketika saya datang pada 2017, PSG mengalami rentetan kesulitan, sekarang mereka berada di final. Itu menunjukkan kami tidak pernah menyerah dan ini akan menjadi satu hal yang luar biasa bagi tim Prancis bisa memenangkan Liga Champions. Itulah kenapa saya bergabung,” jelas Mbappe.

“Saya selalu bermimpi menghadapi para pemain terbaik dunia. Anda ingin melawan dan mengalahkan tim terbaik. Kami harus bermain sebagaimana yang biasa kami lakukan. Kami harap bisa kembali ke Paris dengan piala. Ini adalah kompetisi terbesar bagi klub,” urainya.

“Tentu saja cukup sulit bermain secara tertutup. Kami tentu ingin fans berada di sini, tapi kami tahu mereka akan mendukung kami. Ini tetap sebuah laga final Liga Champions. Ini tahun yang sangat spesial,” tandasnya.

Mbappe menegaskan dalam kondisi yang rileks jelang pertandingan puncak ini, juga mengonfirmasi dirinya telah sembuh . . . . . . sepenuhnya dari cedera yang didapatkannya pada duel final Coupe de France bulan lalu.

“Saya merasa jauh lebih baik setelah hari-hari berlalu. Saya sangat baik,” papar Mbappe.

“Saya kira, beberapa pertandingan membantu saya untuk mempersiapkan laga final ini. Munich adalah tim hebat tapi setiap tim punya kekurangan. Kami tahu mereka tidak suka mengubah permainan. Kami tak sabar memainkan laga esok,” imbuh Mbappe.

Posisi Thomas Tuchel sebagai arsitek tim PSG dalam beberapa musim terakhir mendapat sorotan. Walau demikian, Mbappe yakin, keberhasilan klub lolos ke final telah memvalidasi kinerja eks juru racik Borussia Dortmund itu di Parc des Princes.

“Ya, tentu saja. Sepenuhnya, para pemain mendukung sang pelatih,” kata Mbappe ketika ditanya apakah skuad PSG berada di belakang Tuchel.

“Saya mendengarkan diri saya sendiri. Saya tahu banyak orang mendengarkan sejumlah hal tentang sang pelatih, mengenai dia yang tidak mampu mengatasi para bintang di klub,” sambung Mbappe.

“Jujur saja, saya menilai dia menjalani musim terbaik di klub. Kami berada di final Liga Champions. Dia benar-benar mendorong kami dan kami dalam kondisi pikiran yang baik,” katanya lagi.

“Ada sejumlah pengecualian selama musim ini, itu bisa terjadi bagi tim mana pun, tapi kami benar-benar mempercayainya dan kami akan bermain untuk dia,” pungkas Mbappe. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Juventus Beruntung Hanya Kebobolan 4 Gol Dari Chelsea

Jakarta – Juventus kalah telak dengan skor 0-4 saat tandang ke markas Chelsea di Stamford ...