Home > Berita Liga Jerman > Bayern München > Data dan Fakta PSG vs Bayern Munchen, 23 Agustus 2020

Data dan Fakta PSG vs Bayern Munchen, 23 Agustus 2020

Pertandingan final Liga Champions PSG vs Bayern Munchen dijadwalkan akan diadakan di Estadio Da Luz, Senin (24/8/2020). Pertandingan PSG vs Bayern Munchen akan disiarkan secara langsung di SCTV mulai pukul 02.00 WIB. Sebelum menyaksikan pertandingan, Tribun sudah mengimpun beberapa fakta terkait pertandingan PSG vs Bayern Munchen di final Liga Champions musim ini.

Berikut Tribun rangkum dari berbagai sumber:

1. Jawara Domestik

Kesuksesan PSG dan Bayern Munchen melaju ke babak final Liga Champions tidak lepas dari penampilan impresif tim selama musim 2019-2020. Benar saja, dominasi keduanya kelihatan dari beberapa gelar di liga domestik yang sudah diraih. PSG menjadi jawara Ligue 1 (Liga Prancis) walaupun kompetisi diberhentikan karena pandemi corona.

Tidak hanya itu, tim asuhan Thomas Tuchel juga sukses membawa pulang gelar Piala Prancis, Piala Liga Prancis, dan Piala Super Prancis. Sementara Bayern Munchen, sama halnya dengan PSG, bahkan salah satu diantara mereka akan meraih treble winner musim ini. Trofi Bundesliga untuk kali kedelapan secara beruntun, dan DFB Pokal sudah berada di lemari koleksi The Bavarian (julukan Bayern Munchen).

2. Trofi Liga Champions

Bagi PSG, ini adalah kali pertama Les Parisiens berad di final Liga Champions. Oleh karena ini, kalau Thomas Tuchel sukses mengalahkan strategi Hansi Flick dan membawa PSG juara Liga Champions, trofi si Kuping Besar pertama dalam sejah klub berhak dibawa pulang. Tidak hanya itu, gelar itu akan membuat PSG menjadi tim kedua asal Perancis yang berhasil mengangkat trofi si Kuping Besar.

Marseille menjadi tim pertama asal Perancis yang sudah berhasil menisbatkan diri sebagai yang terbaik dalam gelaran Liga Champions, tepatnya pada tahun 1993. Marseille saat itu bisa mengalahkan AC Milan di partai puncak Liga Champions musim 1992/1993. Gol tunggal yang dicetak oleh Basile Boli akhirnya bisa membuat Marseille memenangkan pertandingan dengan skor satu gol tanpa balas melawan AC Milan.

Tapi, seandainya Bayern Munchen yang keluar sebagai juara Liga Champions musim ini. Maka bisa dipastikan Bayern Munchen akan mengulangi sejarah manis ketika meraih treble winner pada tahun 2013 silam. Dimana, saat itu Bayern Munchen yang masih diperkuat oleh Arjen Robben bisa meraih tiga trofi bergengsi dalam satu musim penuh.

Tiga trofi yang dimaksud adalah Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions. Selain itu, gelar Liga Champions juga akan membuat sudah mengoleksi lima trofi Si Kuping Besar dalam sejarah klub asal Jerman itu.

3. Duel Kesembilan

Berdasarkan catatan UEFA, pertandingan PSG vs Bayern Munchen kali ini akan menjadi yang kesembilan kalinya. 8 pertemuan Paris vs Bayern sebelumnya terjadi di penyisihan grup Liga Champions. Hasilnya, PSG meraih delapan kemenangan . . . . . . sementara Bayern Munchen hanya bisa menang tiga kali. Kalau melihat secara ranking, Bayern Munchen lebih unggul dari PSG. Tim besutan Hansi Flick itu, menempati posisi dua di ranking UEFA.

Sementara PSG saat ini adalah penghuni ranking ketujuh. Keunggulan Bayern Munchen juga terlihat sepanjang gelaran Liga Champions musim ini. Mereka melaju ke final Liga Champions dengan mencatatkan rekor tidak terkalahkan sejak penyisihan grup. Hal lain yang patut diwaspadai PSG adalah tajamnya lini serang Die Roten. FC Hollywood melaju ke babak final setelah menang minimal tiga gol di setiap pertandingan. Jumlah produktivitas gol yang patut diacungi jempol.

4. ‘Otak’ Jerman

PSG dan Bayern Munchen saat ini sama-sama dikomandoi oleh pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel di sisi Les Parisiens, dan Hansi Flick di sisi The Bavarian. Kedua otak atau juru strategi ini bisa menyulap tim mereka sebagai yang terbaik di dunia. Sudah dijelaskan di atas, capaian dan perolehan PSG musim ini.

Klub yang diinvestori oleh pengusaha asal Timur Tengah itu jelas menatap trofi Liga Champions yaang menjadi bidikan selama ini. Sementara Hansi Flick yang datang di akhir tahun lalu bisa membangkitkan gairah juara The Bavarian. Dortmund yang sebelumnya memegang klasemen Bundesliga perlahan tumbang hingga akhirnya tidak berdaya mengejar Munchen.

Flick yang pernah menjadi asisten pelatih Joachim Low saat membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 juga sukses mengembalikan kepercayaan diri tim. Seperti Thomas Muller, Alphonso Davies, Serge Gnabry, Goretzka, dan lainnya. Catatan yang mungkin tidak akan terlupakan dalam dekade berikutnya adalah mengalahkan Barcelona dengan skor 8-2. Kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions di babak perempat final.

5. Robert Lewandowski bisa sejajar dengan Cristiano Ronaldo

Penyerang andalan Bayern Munchen Robert Lewandowski butuh dua gol lagi untuk bisa sejajar dengan mega bintang Juventus Cristiano Ronaldo. Dalam hal gol terbanyak di Liga Champions. Cristiano Ronaldo adalah pemain tersubur sejauh ini di Liga Champions karena berhasil mencetak 17 gol pada musim 2013-2014 bersama Real Madrid.

Sementara Lewandowski sejauh ini sudah mencetak 15 gol, dan menyisakkan satu pertandingan di final. Bukan tidak mungkin karena masih memiliki peluang, Lewandowski bisa sejajar aatau bahkan melewati capaian Cristiano Ronaldo.

x

Check Also

Sudah Mulai Nyetel, Lionel Messi Langsung Bungkus Tiga Assists Untuk PSG

Paris – Setelah beberapa waktu yang lalu Lionel Messi mengalami kesulitan untuk menunjukan perfoma terbaiknya ...