Home > Berita Bola > Atep Siap Kalah dan Gagal di Dunia Politik

Atep Siap Kalah dan Gagal di Dunia Politik

Bandung – Mantan penyerang sayap Persija Jakarta dan Persib Bandung, Atep, sedang fokus dalam pencalonan sebagai wakil bupati Bandung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Desember tahun ini.

Mengenai motivasi Atep ingin maju sebagai kandidat eksekutif tak lepas dari kisah peraih Ballon d’Or 1995 yakni George Weah yang berhasil memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Liberia pada 2017 lalu.

Saat memilih maju dalam Pilkada Kabupaten Bandung, Atep menyebut ingin membuka pandangan bagi para pesepakbola usai gantung sepatu nantinya. Bagi pemain yang musim ini sempat memperkuat PSKC Cimahi itu, bahwa masuk ke dunia politik bisa menjadi alternatif baru karena selama ini Atep menilai banyak pesepakbola hanya terpikir menjadi pelatih atau berwirausaha setelah gantung sepatu.

“Tentu kesannya agak aneh dari sepakbola yang biasa gocek-menggocek sekarang ke dunia politik. Walau pun sebelumnya sudah banyak teman-teman pesepakbola yang terjun ke legislatif hanya saja yang ke eksekutif, baru saya di Indonesia meski pun di luar sana sudah banyak seperti George Weah yang kini menjadi presiden Liberia atau Sol Campbell yang pernah ingin mencalonkan diri sebagai Walikota London,” ujar Atep.

“Banyak pesepakbola yang kompeten di dunia politik dan kita sebagai Warga Negara Indonesia punya kesempatan memilih dan dipilih. Mudah-mudahan ini bisa membuka kepada pesepakbola di Indonesia ini, jangan seolah-olah kita pesimis untuk menjadi politisi bahkan eksekutif.”

“Ini semua soal kesempatan dan keberanian. Semoga ini bisa membuka wawasan untuk jangan takut terjun ke dunia politik karena setelah pensiun pesepakbola punya banyak alternatif karier, tidak melulu menjadi pelatih atau berdagang. Pesepakbola juga . . . . . . punya wawasan yang luas,” sambung Atep menambahkan.

Secara popularitas, Atep memang relatif lebih dikenal dibanding pesaing-pesaingnya. Walau demikian, popularitas pesepakbola yang terjun ke dunia politik tak bisa menjadi jaminan untuk menang.

Pada pemilu tahun lalu, Nilmaizar (eks timnas Indonesia dan pelatih Persela Lamongan), Budi Sudarsono (timnas dan pelatih Persik Kediri), dan Markus Horison (eks timnas & pelatih kiper timnas Indonesia U-16) juga sempat mencoba karir di dunia politik. Walau keduanya dinilai punya popularitas tinggi, pada kenyataanya harus menelan pil pahit karena kalah bersaing dalam pemilihan legislatif di daerah masing-masing.

Menanggapi deretan pesepakbola yang gagal dalam panggung politik, Atep mengaku sudah terbiasa dengan sikap siap kalah. Walau demikian, Atep pun yakin jika pesepakbola Indonesia juga bisa berhasil seperti Jack Komboy yang kini menjadi wakil rakyat di Papua.

“Ini yang sudah terbiasa dalam diri saya yang di mana memegang prinsip kalah menang sudah biasa dalam bertanding. Kalau kita hanya siap menang saja, lebih baik tidak usah berkompetisi. Akan tetapi yang paling penting, kita harus berpolitik seperti bermain sepakbola dengan menjunjung tinggi asas fairplay,” jelas Atep. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Harry

John Terry Bela Bek MU Dari Kritikan Pedas Roy Keane

Manchester – Bek legendaris Chelsea, John Terry memberikan pembelaan kepada Harry Maguire. Ia menilai sang ...