Home > Berita Liga Indonesia > Arema FC Datangkan Dua Pemain Asing Berusia Muda

Arema FC Datangkan Dua Pemain Asing Berusia Muda

Malang – Arema FC mulai menggelar seleksi pemain asing untuk menggantikan kuota yang ditinggalkan Jonathan Bauman. Dalam sesi latihan, dua pemain asing asal Brasil terlihat hadir.

Kedua pemain asing itu adalah Pedro Henrique Bartoli Jardim dan Hugo Guilherme Correa Grillo. Berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, dua pemain asing itu masih sangat belia. Pedro berusia 19 tahun, sementara Hugo satu tahun lebih muda.

Manajer umum Arema Ruddy Widodo menyampaikan, kedua pemain itu masih dalam tahap seleksi. Menurut Ruddy, alasan manajemen memboyong pemain muda adalah bagian dari program jangka panjang klub.

“Kebanyakan orang sini memang belum puas kalau tidak melihat sendiri. Makanya kami membuka seleksi pemain asing, beda dengan biasanya yang datang langsung teken kontrak. Apalagi musim ini kan tidak ada degradasi, kalau bisa sebanyak mungkin kami menyeleksi pemain asing,” tutur Ruddy dikutip laman Wearemania.

“Kami ingin berinvestasi pemain-pemain muda, termasuk untuk pemain asing. Kami berpikirnya untuk musim depan. Siapa tahu dapat yang seperti Arthur Cunha atau Willian Pacheco waktu . . . . . . masih pertama ke Indonesia, jadi prospek untuk masa depan.”

Ruddy juga menambahkan, nasib kedua pemain asing tersebut bakal ditentukan berdasarkan penilaian jajaran pelatih. Bagi manajemen, lanjut Ruddy, melakuka seleksi terhadap pemain asing lebih murah dibandingkan langsung menyodorkan kontrak.

“Kalau rugi sudah pasti, tapi itu sudah risiko. Mending kami kehilangan uang untuk tiket pesawat daripada rugi kadung mengontrak pemain, asing tapi tidak sesuai ekspektasi kami. Makanya dalam surat penawaran dua pemain ini kami sertakan poin tertulis, ‘mereka dikontrak hanya jika lolos seleksi atau pelatih bilang oke’,” jelas Ruddy. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Dianggap Kalah WO Lawan Persis Solo, PSG Pati Ajukan Banding

Jakarta – PSG Pati mengajukan banding atas putusan Komisi Displin PSSI yang memutuskan Java Army ...