Home > Berita Bola > 4 Pelatih Top Ini Dulunya Pernah Perkuat Timnas Indonesia di SEA Games 1991

4 Pelatih Top Ini Dulunya Pernah Perkuat Timnas Indonesia di SEA Games 1991

Timnas Indonesia yang tampil di SEA Games 1991 acap kali disebut sebagai salah satu generasi emas sepak bola Indonesia. Karena, tim besutan pelatih Anatoli Polosin sukses menyabet medali emas. Timnas Indonesia asuhan Anatoli Polosin ini berisi 18 pemain. Sejumlah nama memang sampai sekarang masih terus diingat karena menjadi langganan Timnas Indonesia saat masih aktif bermain, atau menjadi andalan di klubnya masing-masing.

Sebut saja Widodo Cahyono Putro, AjiSantoso, Peri Sandria, Robby Darwis, dan Rochi Putiray. Nama-nama itu masih memegang label mantan bintang Timnas Indonesia. Satu hal yang menarik, kebanyakan dari skuat 1991 itu menjadi pelatih setelah gantung sepatu. Walau tidak semua mengambil jalan yang sama. Ferril Raymond Hattu misalnya. Ia kemudian bekerja di sebuah BUMN dan tidak mengambil jalan hidup menjadi pelatih.

Banyak dari anggota skuat Garuda 1991 itu kemudian menjadi pelatih, mulai dari level grassroot hingga bersama klub profesional di Liga 1. Kiper Timnas Indonesia 1991, Eddy Harto dan Erick Ibrahim misalnya. Eddy Harto dipercaya menjadi pelatih kiper tim Bali United yang tampil di Elite Pro Academy. Sementara Erick Ibrahim menjadi pelatih kiper klub Liga 1, Persela Lamongan.

Kemudian ada Hanafing dan Yusuf Ekodono yang sekarang berada di PS Hisbul Wathan. Hanafing tercatat sebagai direktur teknik sementara Yusuf Ekodono menjadi pelatih di klub Liga 2 itu. Selain itu juga ada Salahudin yang menjadi pelatih Persis Solo di Liga 2. Begitupun dengan Robby Darwis yang menangani PSKC Cimahi.

Kemudian ada Herrie Setyawan yang lama menjadi asisten pelatih Persib Bandung dan kemudian sekarang memiliki jabatan yang sama di PSM Makassar.
Begitupun dengan Sudirman yang sekarang menjadi asisten pelatih Persija Jakarta.

Selain nama-nama tersebut, ada sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia 1991 yang benar-benar memiliki jalan karier sebagai pelatih. Siapa saja mereka?

Aji Santoso

Aji Santoso tidak hanya menjadi sosok yang hebat saat masih aktif bermain, baik bersama Timnas Indonesia maupun di level klub, tapi juga saat sudah menjadi pelatih. Bisa dibilang pelatih asal Malang ini kenyang pengalaman sebagai pelatih. Aji Santoso pernah menangani tim PON Jatim, ia juga pernah menangani sejumlah klub, seperti Persekam Metro FC, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persisam Putra Samarinda, Persema Malang, Persebaya, Arema FC, Persela Lamongan, dan PSIM Yogyakarta.

Selain itu, pelatih yang sekarang kembali menangani Persebaya Surabaya itu juga pernah menangani Timnas Indonesia di berbagai kategori umur, mulai dari Timnas Indonesia U-17, Timnas Indonesia U-23, sampai Timnas Indonesia senior walau hanya menjadi pelatih interim. Sebagai pelatih, Aji Santoso membawa tim Jawa Timur menjuarai PON 2008 dan meraih medali emas.

Selain itu ia juga membawa Timnas Indonesia U-23 meraih medali perak SEA Games 2013. Ia juga membawa Persebaya Surabaya menjuarai Liga Primer Indonesia 2011 dan menjadi runner-up Liga 1 2019. Sementara bersama Arema FC ia mempersembahkan gelar juara Piala Presiden 2017.

Bambang Nurdiansyah

Bambang Nurdiansyah merupakan mantan penyerang Timnas Indonesia yang juga punya pengalaman melatih yang cukup banyak. Mantan Timnas Indonesia 1991 itu sempat menjadi pelatih interim Tim Garuda pada 2005. Tapi, ia memulai karier profesional pelatihnya bersama PSIS Semarang pada tahun yang sama.

Ia kemudian juga menangani Pelita Krakatau Steel pada 2006, di mana pada tahun yang sama ia juga dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia.
Ia kemudian menjadi direktur teknik Pelita Jaya Jawa Barat sebelum melatih Arema Malang di Indonesia Super League 2008. Tapi, ia hanya menjadi pelatih selama 4 pertandingan . . . Gabung . . . bersama Singo Edan karena tekanan yang diberikan para pendukung, Aremania.

Ia kembali ke PSIS Semarang pada 2008. Kemudian ia pernah menangani Jakarta FC di Liga Primer Indonesia, dan kemudian menangani sejumlah klub lain, seperti Persiram Raja Ampat, Cilegon United, Persija Jakarta, dan sekarang bersama Muba Babel United. Bersama Cilegon United, Bambang Nurdiansyah menjuarai Divisi Dua Liga Indonesia 2013 dan juara Divisi Satu Liga Indonesia 2014.

Ia sempat menjadi pelatih PSIS Semarang pada Liga 1 2019. Tapi, ia kemudian digantikan oleh Dragan Djukanovic yang sebelumnya menjadi direktur teknik Laskar Mahesa Jenar.

Kas Hartadi

Kas Hartadi mungkin sekarang bukan lagi pelatih yang berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Tapi, mantan pemain Timnas Indonesia di SEA Games 1991 itu punya riwayat perjalanan yang bagus bersama klub yang ditanganinya. Kas Hartadi memulai karier kepelatihan di Sriwijaya FC. Ia memulainya dengan menangani Sriwijaya FC U-21 pada 2008, kemudian menjadi asisten pelatih tim utama SFC, sampai akhirnya menjadi pelatih kepala pada 2011.

Bersama Sriwijaya FC, Kas Hartadi berhasil menjuarai Indonesia Super League 2011-2012. Setelah itu, Kas Hartadi turun ke kasta yang lebih rendah dengan menangani Persikabo Bogor, Persik Kediri, dan Kalteng Putra. Bersama Kalteng Putra, Kas Hartadi berhasil membawa tim Liga 2 itu promosi ke Liga 1 2019.

Tapi, berhasil membawa Laskar Isen Mulang promosi ke kasta tertinggi, Kas Hartadi tidak dipertahankan oleh manajemen klub. Ia sempat kembali ke Sriwijaya FC pada 2019. Tapi, Sriwijaya FC saat itu tidak lagi tampil di kasta tertinggi, melainkan sudah turun ke Liga 2. Sekarang Kas Hartadi tengah lowong dan tidak menangani tim manapun. Kekosongan itu digunakannya untuk menjalankan usaha warung makan indomie di rumahnya.

Widodo Cahyono Putro

Mantan penyerang Timnas Indonesia yang terkenal karena gol spektakulernya ke gawang Kuwait di Piala Asia 1996 ini punya karier yang cukup baik sebagai pelatih. Ia memulainya dengan menjadi asisten pelatih di Petrokimia Putra Gresik pada 2004 dan kemudian menjadi asisten pelatih di Persijap Jepara.

Pada 2008, Widodo dipercaya Badan Tim Nasional (BTN) PSSI menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia Pra-Olimpiade, SEA Games, dan Kualifikasi Piala Asia. Ia sempat dipercaya menangani Persela Lamongan pada 2009 dan kemudian kembali dipercaya BTN untuk menjadi asisten Alfred Riedl di Timnas Indonesia pada 2010.

Ia kemudian dipercaya menangani Timnas Indonesia U-21 dan asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 pada 2012. Ia kembali menjadi asisten pelatih Alfred Riedl pada 2014 dan kemudian menjadi pelatih Persepam Madura Utama dan Sriwijaya FC. Pada era Liga 1 2017, Widodo Cahyono Putro direkrut menjadi pelatih Bali United menggantikan Eko Purjianto yang sebelumnya menjadi pelatih interim.

Ia menangani Bali United hingga November 2018. Klausul kerja sama dalam kontrak menjadi penyebab Widodo harus meninggalkan Bali United setelah tiga kekalahan secara beruntun. Tapi, Widodo kemudian direkrut oleh Persita Tangerang yang tampil di Liga 2 2019. Mantan striker Timnas Indonesia di SEA Games 1991 itu pun mengantar tim berjulukan Pendekar Cisadane itu promosi ke Liga 1 2020.

x

Check Also

Pecahkan Rekor Bambang Pamungkas, Syahrian Abimanyu Jadi Sorotan Media Asing

Jakarta – Pemain asal Indonesia yang saat ini berkarir di Indonesia, Syahrian Abimanyu, menjadi sorotan ...