Home > Berita Liga Indonesia > Penyerang Arema Lebih Suka Ujicoba Dibanding Turnamen Jelang Kick-off Liga 1

Penyerang Arema Lebih Suka Ujicoba Dibanding Turnamen Jelang Kick-off Liga 1

Malang – Liga 1 2020 akan kembali berlangsung pada Oktober mendatang, dengan format tetap sama dan hanya melanjutkan musim yang sudah bergulir hingga pekan keempat. Saat ini, sudah ada sejumlah tim yang mulai mengumpulkan para pemainnya.

Arema FC termasuk tim yang telah memanggil kembali skuad mereka untuk melakoni rapid test sebelum menggelar latihan. Manajemen memberi tenggat hingga 24 Juli mendatang, untuk pemain mendarat di Malang Raya.

Kushedya Hari Yudo, penyerang Arema, sudah tiba di Malang dan menjalani rapid test, dengan hasil nonreaktif. Dirinya mengaku senang dengan kepastian bahwa kompetisi akan kembali diputar 1 Oktober.

Eks striker Kalteng Putra dan PSS Sleman itu terus menjalani latihan mandiri sejak kompetisi dihentikan pada 16 Maret, karena wabah virus corona. Ia menilai, waktu persiapan skuad Singo Edan sudah cukup ideal.

Walau demikian, Yudo berharap timnya tak harus tampil di turnamen sebelum kompetisi digelar. Sebelumnya juru racik Persik Kediri, Joko Susilo, justru berharap Macan Putih bisa mengikuti sebuah turnamen, guna memanaskan mesin.

“Kalau lebih enak uji coba untuk pemantapan tim, kalau turnamen takutnya terbebani. Nanti ada target, dan mainnya tidak luwes,” ungkap pemain asli Malang itu.

“Kalau uji coba kami tahu kelemahan kami . . . . . . di mana, dan uji coba itu tidak memburu menang atau kalah. Tapi mematangkan dan pemantapan tim,” sambung striker berusia 27 tahun tersebut.

Berlaga di tengah situasi pendemui, Yudo tak membantah pasti ada rasa takut tersendiri. Ia lebih memikirkan bagaimana orang-orang yang berbagi rumah dengannya. Namun, ia berencana akan tetap melakukan selebrasi bersama rekan setim jika menceploskan gol.

“Menurut saya sih ngeri, ngeri sekali. Soalnya apa ya, kami kan kontak sama pemain lain, nanti kami pulang, mau dekat sama keluarga jadi pikir-pikir. Mungkin antisipasi, habis pertandingan, sampai rumah langsung baju langsung dicuci,” jelasnya.

“Kalau selebrasi ya pasti, itu otomatis, reflek. Kami kan main bola juga ketika rebutan bola bersentuhan, masa jarak satu meter? Kan lucu,” tutupnya sambil tertawa. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

RANS Cilegon FC Lolos ke Liga 1, Gading Marten Tantang Raffi Ahmad

Jakarta – RANS Cilegon FC berhasil promosi ke Liga 1 setelah sukses mengalahkan PSIM Yogyakarta ...