Home > Berita Liga Indonesia > Mahmoud Eid Menunggu Keputusan Persebaya Soal Kelanjutan Liga 1 2020

Mahmoud Eid Menunggu Keputusan Persebaya Soal Kelanjutan Liga 1 2020

Surabaya – Pemain asing Persebaya Surabaya Mahmoud Eid menyebut dirinya mendukung keputusan manajemen soal keikutsertaan Bajul Ijo di lanjutan Liga 1 2020 yang menurut jadwal kick-off mulai 1 Oktober.

Persebaya adalah satu dari empat klub yang tak setuju Liga 1 dilanjutkan, karena menilai situasi belum aman sepenuhnya. Manajemen berkaca dari kasus wabah virus Corona di Indonesia yang belum menunjukkan angka penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Eid menuturkan, ia telah mendengar Liga 1 kembali dilanjutkan usai ditangguhkan sementara pada pertengahan Maret akibat wabah virus Corona. Eid menegaskan sudah tidak sabar kembali ke Surabaya untuk bergabung dengan rekan-rekannya.

Hanya saja, Eid akan mengikuti keputusan yang diambil manajemen mengenai kelanjutan Liga 1. Pandemi virus Corona di Surabaya juga menjadi sorotan pemain yang mengenakan nomor punggung sembilan tersebut.

“Jujur saya senang mendengar kabar tersebut (liga dilanjutkan), tapi saya menunggu instruksi lebih lanjut dari manajemen. Saya juga akan menghormati apapun sikap yang akan diambil manajemen nantinya,” ujar Eid dilansir laman resmi klub.

“Saya siap kembali ke Surabaya, karena saya masih terikat kontrak. Tapi jika liga kembali digulirkan para pemegang tanggung jawab harus bisa memastikan keselamatan kami saat latihan atau pertandingan.”

Eid mengambil contoh situasi . . . . . . yang ada di Swedia. Hingga saat ini, salah satu negeri Skandinavia itu mencatat ada 78.997 jumlah kasus positif. Namun memasuki Juli, kondisi menjadi lebih terkendali dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Walau masih terdapat penambahan pasien positif yang fluktuatif, grafiknya cenderung menurun.

Walau demikian, pemerintah Swedia bersikap hati-hati dalam memberikan perizinan bergulirnya liga. Seperti halnya di sejumlah negara, pemerintah Swedia juga tak mengizinkan penonton datang ke stadion.

“Di Swedia situasi lebih terkendali. Ini tidak terlepas dari peran serta pemerintah dan masyarakat yang sadar akan bahaya penyakit ini, sehingga kami jadi disiplin protokol kesehatan,” kata Mahmoud.

“Liga di sini juga sudah berjalan, tapi tanpa dihadiri penonton. Dengan begitu membuat kondisi menjadi lebih berat bagi semua pihak yang terlibat dalam sepakbola.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Laga Final Liga 3 DIY 2021 Ricuh, Hakim Garis Dipukul

Sleman – Insiden memalukan datang dari laga final Liga 3 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) antara ...