Home > Berita Liga Italia > Fiorentina > Franck Ribery Justru Dikecam Ultras Fiorentina Usai Rumahnya Kerampokan

Franck Ribery Justru Dikecam Ultras Fiorentina Usai Rumahnya Kerampokan

Milan – Sekelompok fans garis keras Fiorentina atau yang biasa dikenal dengan sebutan Ultras mengecam Franck Ribery soal pernyataan yang disampaikannya usai rumahnya dibobol perampok.

Rumah Ribery mengalami perampokan, Minggu (5/7), saat sedang tampil memperkuat Fiorentina yang memetik kemenangan 2-1 di kandang Parma dalam laga lanjutan Serie A.

Beberapa barang berharga, di antaranya dua jam tangan mewah, gelang Cartier, berbagai perhiasan emas dan sepuluh tas bermerek digondol. Beruntung saat insiden itu terjadi, keluarganya berada di Munich, Jerman.

Ribery mengaku terkejut usai menjadi korban perampokan dan mengisyaratkan akan mempertimbangkan masa baktinya di Fiorentina. Selain itu, ia juga mengatakan tinggal di Munich lebih aman dibanding Florence.

“Saya tidak bisa menerimanya! Tapi terima kasih Tuhan, istri dan anak saya baik-baik saja di Munich. Sekarang ini memang sulit percaya pada lingkungan sekitar,” ujar eks bintang internasional Prancis itu melalui cuitan di akun Twitter miliknya.

“Bagaimana saya atau kami bisa merasa baik-baik saja di sini setelah kejadian ini? Saya tidak perlu mengejar kekayaan lagi, saya sudah memiliki semuanya, terima kasih Tuhan. Keluarga selalu nomer satu, dan kalau memang harus, saya akan mengeluarkan keputusan demi kebaikan keluarga saya.”

Alih-alih bersimpati, pernyataan . . . Gabung . . . Ribery itu justru membuat sekelompok ultras Fiorentina tidak suka dan bahkan menyampaikan pesan balasan kepada pemain berusia 37 tahun itu dengan nada sinis lewat surat kabar Il Giornale.

“Franck, kami paham Anda syok dengan apa yang terjadi, tapi jaga mulut Anda sebelum berbicara hal buruk tentang kota Florence,” tulis mereka. “Ini bukan Medellin [kota di Kolombia yang terkenal dengan geng narkoba], Anda tahu itu…”

“Orang kaya di mana pun pasti menjadi sasaran perampokan. Tapi mereka beruntung bisa memasang sistem alarm pengaman dan menyewa petugas keamanan. Bandingkan dengan kami yang miskin. Kami terkadang juga menjadi korban perampokan, namun kami harus bersikap layaknya San Lorenzo [simbol kebesaran kota Florence] dan menerima dengan lapang dada.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Kondisi Cutrone Semakin Membaik Usai Terpapar Virus Corona

Agen Patrick Cutrone, Giovanni Branchini memberikan kabar kondisi terbaru kliennya setelah dinyatakan positif terjangkit virus ...