Home > Berita Bola > Zahra Musdalifah Akui Tak Mudah Jadi Seorang Pemain Sepakbola

Zahra Musdalifah Akui Tak Mudah Jadi Seorang Pemain Sepakbola

Menjadi pesepak bola putri di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Kompetisi bagi para pesepak bola putri baru muncul di Indonesia untuk pertama kalinya lewat Liga 1 Putri 2019. Sebelumnya, kompetisi yang menaungi para pesepak bola putri tidak pernah digelar.

Sulitnya menjadi pesepak bola putri pun dirasakan oleh mantan pemain Persija Putri, Zahra Musdalifah. Dara berparas cantik itu mengaku saat pertama kali bermain sepak bola, dirinya selalu bergabung dengan teman-temannya yang seluruhnya laki-laki.

“Waktu awal-awal main sepak bola masih susah mencari wahana untuk menambah ilmu. Masih gabung main sama cowok,” katanya dilansir dari Youtube Hanif & Rendy Show.

“Aku main sama Rendy (Juliansyah) terus. Pertama kali tanding sama laki-laki juga sama dia.”

“Nggak pernah sama cewek karena nggak ada sama sekali,” katanya.

Sejatinya Zahra merasa sangat grogi bila harus setim dengan laki-laki. Pemain timnas Indonesia itu merasa malu karena menjadi satu-satunya perempuan dalam tim sepak bola yang diikutinya.

Dia pun menceritakan satu momen saat mengikuti salah satu . . . Gabung . . . turnamen bersama Rendy Juliansyah. Saat itu, Zahra tidak mau ikut bermain dan menangis karena malu bertanding dengan laki-laki.

“(Grogi) banget. Itu saja sampai nangis, aku nggak mau main,” katanya.

“Pertama kali aku ikut turnamen itu sama Rendy, kami juara 1 Bintaro Selection.”

“Aku main tapi aku nggak mau, aku nangis aku malu,” katanya.

Tapi sekarang Zahra sudah berubah menjadi sosok yang ceria. Dia tidak lagi malu bila harus tampil di depan umum, apalagi hanya bermain bersama tim yang anggotanya laki-laki.

“Sekarang aku berubah banget. Sekarang malu-maluin,” katanya sembari tertawa.

x

Check Also

Starting XI Terbaik Tahun 2020/2021, Ada Messi Dan Mbappe

Musim 2020/2021 sudah usai. Bahkan, sekarang seluruh tim peserta kompetisi sudah menyongsong musim 2021/2022. Sepanjang ...