Home > Berita Bola > Wenger Menyesal Pernah Dukung Financial Fair Play

Wenger Menyesal Pernah Dukung Financial Fair Play

London – Eks Arsitek tim Arsenal Arsene Wenger menyampaikan penyesalan karena pernah getol mendorong diberlakukannya aturan Financial Fair Play yang diterapkan sekarang dan dia tidak yakin jika pembatasan gaji seperti di MLS bisa berjalan dengan baik di Eropa.

Regulasi pembatasan seberapa besar klub bisa memgeluarkan uang dalam tiga tahun bursa transfer diterapkan agar tim tidak menghabisakan dana di luar kemampuan.

Sayangnya terdapat celah yang bisa dimanfaatkan – seperti sanksi Manchester City di Eropa yang kini sedang mengambil banding – menjadi bukti masalah itu masih ada.

Wenger menyebut yang kaya semakin kaya, sementara rival yang melakoni aturan semakin tertinggal, dan masalah finansial akibat wabah Covid-19 memperparah situasi.

“Saya bekerja keras memperjuangankan Financial Fair Play,” kata Wenger di The Athletic.

“Yang saya sesali dalam perjuangan itu adalah, ada sejumlah tim yang bisa bekerja sekehendak hati dan mereka sekarang ada di posisi yang kuat di liga.”

“Mereka bisa seperti itu tentu saja berkat dukungan Finansial Fair Play yang memang cocok untuk mereka. Tetapi mereka juga tidak mau ada tim yang bangkit dan mengancam.”

“Mungkin kami harus membuka pintu . . . Gabung . . . secara etis dan sangat berhati-hati. Hal itu untuk membuka fleksibilitas. Mungkin kami harus melonggarkan atau memastikan semua orang punya sumber kekuatan yang sama.”

“Untuk sekarang terlalu mudah diprediksi. Sebagai contoh, di Prancis, sebelum kompetisi dimulai pertanyaannya adalah, siapa yang jadi runner-up?”

Wenger yakin solusi bisa didapatkan namun regulasi pembatasan gaji yang diterapkan di Amerika Serikat seperti MLS, NBA dan NFL membuatnya ragu.

“Ya, saya percaya UEFA menyadari itu,” kata Wenger soal apa yang harus dilakukan.

“Meski demikian saya tidak sepenuhnya percaya pembatasan gaji bisa diterapkan.”

“Orang-orang membicarakan pembatasan gaji di Amerika, tetapi Anda harus berada di tim yang sama. Seseorang bisa mendapatkan gaji U$5 juta sementara lainnya hanya U$50.000. Itu tidak bisa dilakukan.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Game Isi Waktu Luang Bisa Dapat Jutaan

Jakarta – Pernah main game secara online? Duh sayang banget kalau kamu belum pernah mencoba. ...