Home > Berita Liga Prancis > UEFA Buka Kemungkinan Ligue 1 Prancis Bergulir Lagi

UEFA Buka Kemungkinan Ligue 1 Prancis Bergulir Lagi

Paris – Ligue 1 bisa saja dilanjutkan kembali dengan skema play-off sebelum 2 Agustus, demikian dinyatakan UEFA walau kompetisi terbaik sepakbola Prancis itu telah dihentikan.

Perdana Menteri Prancis Edouard Phillippe menyampaikan pembatalan seluruh event olahraga di negara tersebut pada 28 April lalu dengan wabah virus corona di menjadi alasannya.

Otoritas sepakbola kemudian menyambutnya dengan menghentikan sisa musim 2019/20, dengan menetapkan posisi terakhir berdasar poin terbanyak.

PSG lalu dinobatkan sebagai juara untuk ketiga secara beruntun lewat keunggulan 12 angka di puncak klasemen pada Maret.

Marseille dan Rennes mendapat satu tiket ke Liga Champions usai menyudahi kompetisi di posisi dua dan tiga, namun Lyon sepenuhnya gagal mendapat tempat di Eropa untuk pertama kali sejak 1996.

Keputusan itu juga membuat Amiens dan Toulouse turun kasta dan Lyon bergabung dengan dua klub tersebut untuk menggugat lewat jalur pengadilan.

Presiden Lyon Jean Michel Aulas secara terbuka telah mengeluarkan isyarat untuk menuntut pemerintahan Prancis menggulirkan lagi kompetisi dan presiden UEFA Aleksander Ceferin memberikan reaksinya.

“Kami ingin mengklarifikasi jika asosiasi negara yang bersangkutan yang berhak untuk memilih format kompetisi domestik, ini terkait dengan situasi dan kebijakan yang diberlakukan di negara tersebut,” tulis Ceferin dalam surat komunikasi resmi . . . Gabung . . . UEFA.

“Seperti yang diterangkan UEFA beberapa pekan lalu, keputusan yang diambil oleh otoritas Prancis terlalu dini.”

“Tetapi, dan mengetahui asosiasi sepakbola di sana mampu berkoordinasi dengan otoritas terkait kemunkinan bergulirnya lagi kompetisi domestik, maka 2 Agustus merupakan tanggal yang paling layak untuk mengakhiri kompetisi.”

Beberapa pemain dan pihak mengeritik keputusan Ligue 1 yang dianggap terlalu dini. Penyerang sayap PSG Angel Di Maria adalah bintang terkini yang bersikeras semestinya mereka lebih bersabar.

Pelonggaran lockdown telah membuat Bundesliga Jerman berputar lagi pada 18 mei lalu, sementara Liga Primer dan LaLiga segera mengikuti jejak mereka.

“Seperti kebanyakan yang lain, saya pikir kami terlalu cepat mengambil keputusan. Dari yang saya lihat, saat ini Prancis adalah salah satu negara di mana situasi kesehatannya sangat bagus, sayangnya semua telah dihentikan,” kata Di Maria di L’Equipe. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Bos PSG Tegaskan Tidak Pemain Yang Bisa Atur Dia Urusan Transfer, Termasuk Mbappe

Kylian Mbappe mengomentari masalah isu tak sedap yang menyerangnya baru-baru ini. Komentar presiden PSG, Nasser ...