Home > Berita Liga Inggris > Manchester United > Rashford Sejatinya Tak Penuhi Syarat Gabung Akademi Manchester United

Rashford Sejatinya Tak Penuhi Syarat Gabung Akademi Manchester United

Manchester – Marcus Rashford kini menuturkan soal bagaimana Manchester United mengizinkannya bergabung dengan akademi mereka walau tak memenuhi persyaratan awal usai ibunya menyampaikan penjelasan tentang kesulitan yang dialami keluarganya.

Pemain muda Inggris, Rashford telah membantu badan amal FareShare mencapai tujuan menyediakan tiga juta makanan untuk anak-anak yang terlantar di Inggris pada akhir Juni di tengah wabah coronavirus.

Akhir pekan kemarin, Rashford menulis surat terbuka yang meminta kepada pemerintah Inggris agar tidak menghentikan pemberian makanan gratis, yang didirikan untuk menjamin stok makanan untuk anak-anak selama liburan musim panas, atau sejak ditutup pada Maret lalu.

Dalam suratnya tersebut Rashford juga bercerita terkait pengalaman masa kecil dirinya dan menjelaskan lebih lengkap dalam perbincangan dengan BBC.

Ia menyampaikan, ibunya, Melanie, menjelaskan kepada United soal kondisi keluarganya dan klub akhirnya mengizinkannya bergabung dengan akademi pada usia 11 tahun, bukan 12 tahun yang sejatinya merupakan persyaratan minimal.

“Ibu saya menjadi orang tua tunggal, ia memiliki lima anak yang semuanya tinggal di rumah yang sama. Program [akademi] yang saya mulai ketika saya berusia 11 tahun, di saat yang lain memulainya pada usia 12 tahun,” ungkapnya.

“Itu pada dasarnya memberi Anda akomodasi lebih dekat ke fasilitas latihan dan sekolah baru, dan ibu saya bekerja keras untuk mendukung saya terus maju karena ia tahu bahwa itu adalah langkah yang perlu saya jalani.”

“Saya harus makan makanan yang tepat saat saya tumbuh, saya harus dekat dengan rekan satu tim, sekolah baru dan teman-teman baru saya. Ia membuat keputusan ketika saya berusia 11 tahun dan United mengizinkannya.”

“Itulah alasan saya akhirnya masuk [akademi] pada usia yang lebih muda daripada yang lain, itu membantu ibu saya dengan kondisi keluarga waktu itu dan juga membuat saya keluar dari kesulitan. Jadi selalu ada pengorbanan besar untuk sampai ke level atas dan itulah yang harus kita lakukan.”

Rashford juga menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana keluarganya mengelola belanja keluarga dengan dana yang terbatas.

“Ibu saya, ia melakukan hal terbaik yang bisa dilakukannya, kami dulu pergi ke toko bernama Pound . . . Gabung . . . World dan segalanya yang dijual di situ berharga di bawah satu pound,” lanjut striker 22 tahun itu.

“Kami menjadwalkan belanja untuk sepekan, kami akan membeli tujuh yoghurt dan Anda bisa minum satu yoghurt sehari dan seterusnya. Ia melakukan yang terbaik yang bisa dilakukannya dalam situasi seperti itu.”

“Ada beberapa keluarga di luar sana, seperti keluarga saya, yang memiliki empat atau lima anak dan benar-benar mustahil bagi mereka untuk menghadapi situasi seperti ini.”

“Semua terjadi pada saat anak-anak harus berkonsentrasi pada pekerjaan sekolah dan hal-hal semacamnya. Sangat gila untuk berpikir hal seperti itu masih terjadi pada 2020 dan itu sesuatu yang saya tidak percaya bisa terjadi.

Dalam suratnya itu Rashford menyebut pemerintah Inggris harus memprioritaskan perlindungan terhadap mereka yang rentan di tengah masa pendemi dan tidak ada kaitannya dengan politik, namun murni demi kemanusiaan.

Lanjutan suratnya: “Melihat diri kita di cermin dan merasa seperti kita melakukan segala yang bisa dilakukan untuk melindungi mereka yang tidak bisa, untuk alasan atau keadaan apa pun, melindungi diri mereka sendiri. Selain afiliasi politik, tidakkah kita semua setuju bahwa tidak boleh ada anak yang kelaparan sebelum tidur?”

Rashford menambahkan: “Surat ini ditulis dari hati dan tentang bagaimana kehidupan saya dahulu kala – surat ini untuk membuka dan membuat orang paham dampaknya pada keluarga dan untuk mengetahui saya telah melakukan hal yang benar.”

“Apa yang sedang dialami keluarga-keluarga di luar sana sekarang, saya pernah mengalaminya – dan sangat sulit untuk menemukan jalan keluar. Sangat penting bagi saya untuk membantu orang-orang yang berjuang. Entah hasilnya berubah atau tidak, itulah sebabnya saya menulis surat ini.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

sir-alex-ferguson

David De Gea Menangis, Ferguson Turun Tangan

Inggris – Final Liga Europa diwarnai dengan aksi Sir Alex Ferguson yang berusaha untuk menghibur ...