Home > Berita Liga Indonesia > Persebaya Pesimis Bisa Dapatkan Izin Gelar Laga di Stadion GBT

Persebaya Pesimis Bisa Dapatkan Izin Gelar Laga di Stadion GBT

Surabaya – Arsitek tim Persebaya Surabaya Aji Santoso mengaku heran dengan rencana lanjutan Liga 1 2020 dipusatkan di Pulau Jawa yang menjadi daerah dengan jumlah korban terjangkit virus Corona terbanyak.

Dalam rapat online bersama klub Liga 1 dan 2 beberapa waktu lalu, menggelar laga di Pulau Jawa menjadi salah satu pilihan agar kompetisi musim ini bisa berjalan lagi.

Opsi itu membuat mantan punggawa Timnas Indonesia itu merasa heran, mengingat Pulau Jawa adalah wilayah yang terpapar virus Corona paling besar. Khusus Surabaya, Kota Pahlawan ini justru kini menyandang status zona hitam, karena telah mencatat 2.803 kasus. Situasi tersebut mengundang sejumlah pertanyaan di benak Aji.

“Dipusatkan di Jawa? Sekarang di Surabaya zona hitam, terus bagaimana itu? Kira-kira diizinkan enggak bermain di . . . Gabung . . . GBT (Gelora Bung Tomo)?” tanya Aji seperti diwartakan laman Jawa Pos.

“Misal corona belum tuntas dan kompetisi diputar, kemudian di tengah kompetisi ada pemain yang terkena virus corona, siapa yang bertanggung jawab?. Di saat seperti ini, yang setiap hari masih ada yang meninggal karena corona, kesehatan dan keselamatan lebih penting dari sepak bola.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

AHHA PS Pati FC Mengusulkan Agar Liga 2 2021 Digelar di Sumatera dan Kalimantan

Jakarta – AHHA PS Pati FC Mengusulkan agar Liga 2 2021 digelar di Sumatera dan ...