Home > Berita Liga Indonesia > Pelatih Persib Lebih Suka Liga 1 Tetap Berlakukan Degradasi

Pelatih Persib Lebih Suka Liga 1 Tetap Berlakukan Degradasi

Bandung – Arsitek tim Persib Bandung, Robert Rene Alberts, menyebut wacana PSSI untuk menghapus degradasi pada kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini kurang tepat. Karena menurutnya kompetisi lebih seru jika ada degradasi.

Sejauh ini memang opsi itu belum secara resmi disahkan, namun sudah disampaikan oleh PSSI kepada klub Liga 1 dan Liga 2. Kompetisi sendiri rencananya berjalan lagi pada September untuk Liga 1, dan Oktober untuk Liga 2.

“Ada kabar kompetisi musim ini tanpa degradasi. Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini bukan opsi yang ada dalam opini saya,” beber pelatih asal Belanda tersebut, Minggu (21/6).

“Karena akan menjadi lebih menarik jika ada kualifikasi tim degradasi dari klub yang ada di sekitar papan bawah,” sambung mantan pelatih Arema FC dan PSM Makassar itu.

Robert memiliki skema tersendiri mengenai degradasi. Menurut sang arsitek tim, empat tim terbawah Liga 1 bisa melakoni laga play-off, bersama dengan dua tim teratas dari Liga 2. Sehingga, ada enam tim yang berebut jatah tempat di Liga 1.

Dari enam tim yang terdiri dari empat tim Liga 1 dan dua tim Liga 2 itu, bisa berusaha menjadi empat teratas. Sehingga pada akhirnya, akan ada dua tim dari enam tersebut yang akhirnya harus turun kasta . . . Gabung . . . ke Liga 2 2021.

“Akan menarik jika ada tim yang berusaha menghindari posisi empat terbawah, dan tim dari Liga 2 juga akan berusaha menempati posisi dua besar untuk memperjuangkan tempat di Liga 1, itu yang saya tawarkan,” urai Robert.

Skema yang ditawarkan Robert memang sejatinya cukup rumit mengingat bagaimana Liga 2 2020 baru akan digelar kembali. Jika rencana PSSI berjalan, Liga 2 2020 akan dibagi empat grup, yang masing-masing diisi enam tim.

Meski demikian, Robert berharap segera ada kejelasan terkait bagaimana kompetisi musim ini akan dilanjutkan. Menurutnya, federasi dan operator kompetisi harus menggodok formula terbaik untuk kelangsungan liga.

“Saya rasa ini suatu hal yang perlu dilakukan karena mereka setiap hari bekerja di lapangan, dan harus ada dialog yang lebih serius. Saya pikir masukan dari pelatih juga penting dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh otoritas,” tutupnya. (edy – satupedia.com)

x

Check Also

PSPS Riau Bayar Gaji Pemain, Tapi Masih Ada 2 Yang Belum Beres

PSPS Riau, peserta Liga 2, baru saja melunasi tunggakan gaji dua pemainnya pada musim lalu. ...