Home > Berita Bola > Kiper Persija Menyebut Hendro Kartiko Sebagai Panutannya

Kiper Persija Menyebut Hendro Kartiko Sebagai Panutannya

Tidak salah kalau menyebut Andritany Adhyaksa sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Indonesia saat ini. Pemain asal Jakarta ini juga didapuk sebagai penjaga gawang timnas Indonesia. Walau begitu ia harus bersaing dengan penjaga gawang lain yang sama-sama mumpuni seperti Muhammad Ridho dan Nadeo Argawinata.

Diungkapkan oleh Bagol julukannya di Persija, kalau penampilan bagusnya di bawah mistar tidak lepas dari sosok panutan. Bagi Bagol sosok panutan itu adalah kiper legendaris Persija sekaligus timnas Indonesia, Hendro Kartiko.

“Salah satu inspirasi saya adalah Hendro Kartiko,” kata Bagol dikutip dari laman resmi klub.

Bagi seorang kiper yang besar di tahun 90-an lumrah bagi Andritany untuk mengidolakan sosok kiper yang satu ini. Di masa keemasannya yaitu di akhir dekade 1990 an dan awal dekade 2000 an, Hendro Kartiko merupakan kiper yang disegani dan menjadi kiper nomor satu di Indonesia. Kiper yang identik dengan kepala polontosnya itu bahkan dijuluki sebagai Fabian Bartheznya Indonesia.

Tercatat kiper asal Banyuwangi Jawa Timur ini sudah mengemas 60 penampilan bersama tim nasional. Kejuaraan bergengsi yang pernah ia ikuti bersama tim Garuda antara lain Piala Asia 1996 sampai Piala Asia 2004. Sebagai kiper legendaris Indonesia di masanya, Hendro Kartikko juga tercatat pernah beberapa kali membela Persija Jakarta. Terakhir kali Hendro Kartiko berseragam . . . Gabung . . . tim Ibu Kota yaitu pada musim 2011/2012.

Tidak heran kalau Andritany menjadikannya sebagai panutan di bawah posisi mistar gawang. Diceritakan oleh kapten Persija ini, kalau ia pernah memiliki pengalaman unik dengan kiper legendaris Indoensia itu.

“Dulu saya pernah pengalaman unik dengan dia. Saya sempat dimarahi sama dia di salah satu pertandingan Piala Tiger 2002,” kata Bagol.

“Saat itu saya jadi ball boy saat itu timnas sedang posisi kalah. Saya agak telat kasih bola ke mas Hendro, dia sempat marah ke saya. Woy mana bola cepat kasih saya, dia marah begitu pada saya. Padahal saya sangat mengidolai dia.”

“Tapi kemarahan itu tidak membuat saya tersinggung bahkan karena peristiwa itu membuat mimpi saya agar bisa bermain untuk timnas Indonesia semakin besar dan Alhamdulilah mimpi itu itu terwujud saat ini,” katanya.

x

Check Also

AHHA PS Pati FC Mengusulkan Agar Liga 2 2021 Digelar di Sumatera dan Kalimantan

Jakarta – AHHA PS Pati FC Mengusulkan agar Liga 2 2021 digelar di Sumatera dan ...