Home > Berita Bola > Kalah di Final Coppa Italia, Bos Juventus Hanya Bisa Diam

Kalah di Final Coppa Italia, Bos Juventus Hanya Bisa Diam

Napoli sukses mengalahkan Juventus pada final Coppa Italia, Rabu (17/6/2020) atau Kamis dini hari WIB. Setelah bermain imbang 0-0 sampai 90 menit jalannya pertandingan, pertandingan dilanjutkan sampai babak adu penalti. Di babak tos-tosan, tim Gennaro Gattuso keluar sebagai pemenang setelah memenangi pertandingan dengan skor 4-2 atas Juventus.

Empat penendang Napoli sukses melaksanakan tugasnya dengan baik. Sementara, dua penendang Juventus, Paulo Dybala dan Danilo gagal memasukkan bola ke gawang. Napoli pun berhak merengkuh trofi Coppa Italia 2019-2020. Untuk pelatih Juventus, Maurizio Sarri hasil ini memperpanjang catatan kegagalannya dalam sebuah pertandingan final.

Dari 5 pertandingan final yang dimainkannya, Sarri hanya bisa memenanginya saat membawa Chelsea menjuarai Liga Europa 2018-2019 dengan menaklukkan Arsenal 4-1. Empat pertandingan final sisanya, Sarri selalu kalah. Sarri tidak bisa meyembunyikan kekecewaannya pasca-pertandingan itu. Terlebih kepada para pemainnya, Sarri tidak mengucap apapun di ruang ganti.

“Saya tidak berbicara kepada para pemain setelah pertandingan. Saya marah dan kecewa sama seperti mereka,” kata Sarri dikutip dari Football-Italia.

“Jadi saat ini yang paling baik adalah tetap diam. Kami akan berbicara besok pagi,” katanya.

Sarri mengeluhkan minimnya ketajaman dari para pemain depannya yang membuat Juventus gagal mencetak gol, termasuk Cristiano Ronaldo. Pada pertandingan sebelumnya di babak semifinal leg kedua melawan AC Milan, Juventus juga tidak mencetak gol.

“Ini tidak biasa, unik buat kami, tapi hal ini menunjukkan kurangnya ketajaman setelah periode hiatus yang . . . Gabung . . . lama,” katanya.

“Dia (Cristiano) tajam seperti yang lain, Paulo Dybala dan Douglas Costa. Ia kurang tajam untuk melakukan apa yang terbaik untuknya,” tambahnya.

Tidak cuma itu, Sarri juga mengeluhkan tingkat kebugaran pemainnya.

“Ada kekecewaan di klub, pemain dan fans, tapi pada momen ini, kami tidak bisa melakukan lebih, karena kami kurang tajam.”

“Kami kehilangan beberapa pemain dan membuat pilihan berbeda seperti biasanya, karena kebugaran pemain tidak optimal.”

“Kami menguasai bola, tapi kurang tajam untuk mengubahnya menjadi peluang mencetak gol.”

“Kami kesulitan melewati pemain lawan. Saya tidak berpikir mereka kekurangan determinasi karena kami konsentrasi penuh selama 90 menit. Problemnya adalah karateristik,” kata mantan pelatih Napoli itu.

Akibat kekalahan ini, Juventus pun kehilangan satu kesempatan mendapat trofi musim ini. Sarri sekarang masih tercatat belum pernah meraih trofi di kompetisi Italia. Padahal, dia sudah menjadi pelatih sejak 1991 dan dua klub terakhirnya di Negeri Pizza, yaitu Napoli dan Juventus, adalah tim-tim yang sebetulnya sangat kuat dan berpotensi meraih trofi.

x

Check Also

Yanto Basna Mengaku Menyesal Tidak Berkarir di Luar Negeri Lebih Cepat

Jakarta – Mantan bek Timnas Indonesia, Yanto Basna, menjadi salah satu pemain yang beruntung bisa ...