Home > Berita Bola > Juventus Disarankan Tak Mainkan Ronaldo Sebagai Penyerang Tengah

Juventus Disarankan Tak Mainkan Ronaldo Sebagai Penyerang Tengah

Kekalahan Juventus dari Napoli di final Coppa Italia menyibak kondisi gawat yang bisa melanda skuad mereka dalam sisa kompetisi musim ini. Dari hasil negatif itu, muncul berbagai catatan buruk. Juventus gagal mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun setelah kompetisi bergulir lagi pasca-karantina (vs AC Milan 0-0, vs Napoli 0-0).

Bagi tim sebesar Juve, kemandulan ini merupakan hal yang jarang terjadi. Untuk pertama kalinya sejak Oktober 2015, mereka gagal bikin gol dua partai beruntun (vs Inter Milan 0-0, vs Gladbach 0-0). Khusus untuk Cristiano Ronaldo, rekeningnya sudah mandek dalam 4 penampilan terakhir lintas kompetisi. CR7 tidak berhasil menjebol gawang Olympique Lyon dan Inter Milan (sebelum kompetisi dibekukan), serta AC Milan dan Napoli di Coppa Italia.

Manusia rekor asal Portugal itu masih bisa menyarangkan 21 gol di Serie A 2019-2020. Tapi, muncul pertanyaan apakah dia bisa stabil mempertahankan performa mesin seperti itu sampai akhir musim. Saat melawan Milan, Ronaldo bahkan gagal mencetak gol lewat eksekusi penalti. Dalam pertandingan melawan Napoli, mantan jagoan Real Madrid ini seperti menghilang.

Permainannya banyak dikritik karena cuma membukukan satu tembakan akurat sepanjang pertandingan. Dilansir dari La Gazzetta dello Sport, krisis Ronaldo dipengaruhi ketidaksukaannya terhadap skema pelatih Maurizio Sarri. Ia sering dipasang sebagai centravanti alias penyerang tengah. Sarri memaksakan sang bintang diplot pada posisi itu untuk diapit Paulo Dybala dan Douglas Costa sebagai trisula di lini depan Juventus.

Sebelum pertandingan melawan Napoli, Ronaldo pun disebut terang-terangan mengatakan kepada Sarri di depan rekan setimnya bahwa dia tidak mau dimainkan sebagai penyerang tengah. . . . Gabung . . . CR7 lebih memilih menusuk dari sayap kiri, seperti yang lazim dia jalani di sebagian besar perjalanan kariernya.

Karena itu, dalam duel melawan Napoli, posisi centravanti diisi oleh Dybala, dalam hal ini berarti dia menjalankan tugas penyerang semu (false nine). Tapi, pada praktiknya, posisi Dybala justru bertumpukan dengan Costa di sisi kanan, sehingga area penyerang tengah yang seharusnya diisi kerap kosong. Itulah yang membikin Juventus seperti tidak memiliki muara serangan. Akibatnya, tidak ada gol tercipta walau mereka menguasai permainan atas Napoli.

“Tim ini membutuhkan penyerang tengah karena Dybala tidak bisa melakukan itu dan Ronaldo tidak mau menempatinya,” kata mantan pemain Juventus, Alessio Tacchinardi.

Ia juga menyayangkan keputusan klub melepas Mario Mandzukic, yang sebenarnya dapat mengisi peran yang dibutuhkan itu.

“Mandzukic selalu menunjukkan dirinya sebagai pemain berkarisma dan fundamental bagi tim,” kata Tacchinardi di situs Calcio Fanpage.

Sesungguhnya, Sarri memiliki sosok bomber “nomor 9” dalam diri Gonzalo Higuain. Tapi, pemain Argentina itu tidak bisa memperkuat Juventus di pentas Coppa Italia kemarin. Higuain diharapkan menjadi solusi ketumpulan untuk menolong tim dalam duel comeback mereka di Liga Italia melawan Bologna, Senin (22/6/2020).

x

Check Also

Tawaran Untuk Kaio Telah Diberikan AC Milan ke Santos

AC Milan, Runner-up Serie A 2020-21, dikabarkan sudah melepas penawaran resmi kepada Santos untuk membawa ...