Home > Berita Liga Jerman > Jadon Sancho Dituding Langgar Lockdown, Pihak Klub Membantah

Jadon Sancho Dituding Langgar Lockdown, Pihak Klub Membantah

Munchen – Michael Zorc menyebut Jadon Sancho telah melanggar aturan pembatasan aktifitas di tengah pandemi virus corona, namun petinggi Borussia Dortmund itu menginginkan kritik terhadap pemainnya itu untuk dihentikan dengan membantah sang youngster sempat terbang ke Inggris selama masa lockdown.

Dalam foto yang termuat di harian Jerman Bild pada pertengahan pekan ini, Sancho adalah salah satu dari enam punggawa Dortmund yang tidak memakai masker saat mereka mengundang penata rambut Winnie Nana Karkari ke kediamannya.

Itu kemudian membuat Zorc angkat bicara, mengingat prosedur kesehatan yang diberikan oleh Liga Sepakbola Jerman (DFL) menyebutkan bahwa para pemain semestinya dilarang melakukan kontak dengan publik, tetap di rumah dan tidak menerima tamu karena ada pandemi.

Dalam laporan Bild itu, juga disebutkan bahwa Sancho terbang kembali ke Inggris pada awal periode lockdown.

Namun Zorc membantahnya. Kepada wartawan, ia mengatakan: “Sepengetahuan kami, Jadon berada di Dortmund selama berminggu-minggu. Saya bahkan membaca [berita] bahwa kami telah memasukkannya ke karantina selama dua minggu dan memalsukan cedera. Yang bisa saya katakan adalah, itu sepenuhnya tidak benar.

“Jadon mengalami cedera betis selama berminggu-minggu, itulah sebabnya dia tidak bisa berpartisipasi di sesi latihan.”

Mengenai yang disinggung terhadap Sancho terkait masalah potong rambut, Zorc menambahkan: “Kami . . . Gabung . . . telah berbicara dengan sang penata rambut dan si pemain. Keduanya memastikan kami bahwa langkah-langkah kebersihan telah dilakukan setiap saat. Mereka bahkan mengenakan pelindung dan sarung tangan, yang hanya dilepas saat berfoto.

“Tentu saja itu tidak dibenarkan. Kami telah menjelaskan sekali lagi kepada para pemain. Dalam situasi khusus di mana kita semua berada dalam pandemi Covid-19, ini bukan hanya tugas dari para pelatih untuk mengawasi kedisiplinan [pemain]. Keseluruhan klub perlu melakukan itu, ini termasuk dewan direksi.

“Kami telah berbicara dengan para pemain [mengenai ini] di masa lalu. Juga dengan Jadon. Kita tidak boleh lupa bahwa Jadon adalah pemain yang masih sangat muda, yang senang menguji batasan.

“Saya tidak habis pikir ketika saya dituduh melindunginya sepanjang waktu, karena saya justru telah memberinya sanksi ketika ada kesalahan dari pihaknya.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

munchen

Bayern Munchen Menutup Laga Dengan Kemenangan 5-2 Atas Augsburg

Jerman – Laga terakhir Bayern Munchen di Liga Jerman 2020/2021 berhasil ditutup dengan kemenangan atas ...