Home > Berita Bola > Giggs Merasa Pelatih Ini Lebih Berpengaruh Dibanding Sir Alex Ferguson

Giggs Merasa Pelatih Ini Lebih Berpengaruh Dibanding Sir Alex Ferguson

Manchester – Ryan Giggs mengatakan Louis van Gaal punya pengaruh yang lebih besar terhadap karier kepelatihannya dibanding juru racik legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson.

Giggs menjalani 23 tahun bermain di bawah arahan Ferguson, dengan berhasil merangkum 12 gelar Liga Primer Inggris sebelum menduduki kursi asisten manajer Van Gaal pada antara 2014 dan 2016.

Kini, menjabat sebagai arsitek tim nasional Wales, Giggs memuji pelatih senior asal Belanda itu yang disebut telah menjadi mentor dirinya.

“Itulah mengapa saya berbicara tentang Louis mengenai karier manajerial saya, karena saya sebenarnya dua tahun bersamanya, membicarakan tanggung jawab, dan saya sangat intim berbicara dengannya karena itu merupakan peran kepelatihan pertama yang saya jalani,” ungkap legenda United itu kepada siniar Manchester United.

“Padahal, saat Anda bermain, Anda tidak tahu persiapannya [menjadi manajer]. Anda tidak tahu apa yang dilihat manajer di video. Para pemain hanya tujuh atau delapan menit menonton video untuk mengetahui lawan, tapi staf pelatih menontonnya berjam-jam. Jadi, sepenuhnya berbeda, jauh berbeda, meski pun Anda sudah lama bekerja di bawah seorang manajer.”

“Itu lebih seperti ke manajemen pemain dan hal-hal berbeda yang dilakukan Sir Alex ketika saya memulainya, sedangkan dengan Louis jelas saya telah melihat langsung sistem yang berbeda, mengapa para manajer memainkan taktik yang . . . Gabung . . . berbeda, untuk alasan ini dan itu. Itu benar-benar pengalaman yang sangat bagus.”

Sebelum Van Gaal menangani skuad Old Trafford, Giggs sempat melakoni peran sebagai pelatih sementara selama empat pertandingan, selepas pemecatan Moyes pada April 2014. Ia memenangkan dua pertandingan selama periode singkat itu, namun sudah cukup meyakinkan baginya untuk terjun lebih dalam ke dunia manajerial.

“Pengalaman yang luar biasa, benar-benar luar biasa, dan salah satu, yang benar-benar membuat saya memutuskan bahwa saya ingin menjadi manajer,” lanjut Giggs.

“Saya akan mengatakan sampai saat itu bahwa saya masih tidak yakin. Saya hanya merasa nyaman, nyaman dalam mengambil keputusan. Saya merasa nyaman menjalani posisi itu. Sebuah pengalaman yang brilian.”

“Saya masih mengejar lisensi pro kala itu, tapi berada dalam situasi pekerjaan yang sebenarnya, harus membuat keputusan, dengan semua tekanan yang ada, Anda tidak bisa mempersiapkan diri untuk itu.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Lampard

Lampard Masih Pikirkan Fans The Blues Usai Dipecat Chelsea

London – Frank Lampard dipecat Chelsea dari posisi manajer di pertengahan musim ini. Pemecatan itu ...