Home > Berita Bola > Gara-gara Postur, Eks Timnas Indonesia Sempat Ditolak Pelatih Pra PON

Gara-gara Postur, Eks Timnas Indonesia Sempat Ditolak Pelatih Pra PON

Publik Indonesia khususnya Bandung mungkin tidak asing dengan nama Firman Utina. Saat membela Maung Bandung, pemain yang identik dengan nomor punggung 15 itu banyak menyumbangkan sederat gelar juara secara beruntun. Mulai dari Juara ISL 2014, Piala Walikota Padang 2015, dan Piala Presiden 2015.

Firman juga sempat membela berbagai klub lainnya, seperti Sriwijaya FC, Persita Tangerang, Arema Malang, sampai Persija Jakarta. Pemain asal Manado itu memutuskan gantung sepatu pada tahun 2017 setelah membawa Bhayangkara FC juara Liga 1. Sebelum menginjakkan karir sebagai pesepak bola profesional, Firman pernah mengalami kejadian menarik.

Saat itu Firman masih berumur 17 tahun dan menjadi bagian klub Asal Manado, Persma Junior. Setelah sebelumnya sempat mengikuti Piala Soeratin di Jepara, itu ia terpilih untuk dipanggil seleksi Pra PON. Tapi, sayangnnya ia gagal dipiliih karena postur tubuhnya tidak memenuhi kriteria pelatih Pra PON saat itu.

“Dulu itu kan masing-masing pelatih mempunyai karakter yang berbeda-beda, ada yang ingin pemainnya tinggi, berbadan kekar, ” kata Firman Utina dikutip dari Youtube Ricky Nelson Coaching.

“Belum sampai lapangan dan berkumpul, saya sudah dicoret terlebih dahulu, karena badan saya kecil,”

“Saat baru masuk, postur saya dinilai tidak tinggi dan langsung disingkirkan oleh pelatih saat itu Almarhum Ari Kussoy,” lanjutnya.

Setelah dicoret Firman memilih tidak pulang dan hanya duduk-duduk di pingir lapangan. Saat itu juga para pemain Pra Pon dan Persma . . . Gabung . . . Senior mengadakan latihan di Stadion Klabat.

“Dulu Stadion Klabat dibagi menjadi dua, setengahnya untuk latihan pemain Pra PON dan setengahnya untuk Persma senior,” katanya.

Ternyata pelatih Persma senior waktu itu, Benny Dollo memperhatikan Fiman Utina. Benny sempat tanyakan mengapa Firman hanya menonton saja. Sampai akhirnya Benny pun mengetahui Firman tidak lolos seleksi Pra Pon dan menawarinya berlatih dengan para pemain senior Persma. Saat itu Persma merupakan salah satu kontestan divisi utama Liga Indonesia.

“Saya ditawari om Benny selama seminggu kurang lebih,” kata mantan pemain Timnas Indonesia itu.

“Tidak selang lama terdapat kejadian, pemain Persma Francis Wewengkang pindah ke Persija Jakarta,”

“Mulai dari situ, saya yang saat itu masih kelas dua SMA ditawari om Benny menjadi bagian Persma Senior sekaligus pemain sepak bola profesional, ” tutupnya.

Semusim berikutnya, Firman dibawa Benny Dollo memperkuat Persita Tangerang. Karirnya semakin melejit setelah semusim setelah membawa Arema Malang menjadi runner up Liga Indonesia tahun 2005.

x

Check Also

PSPS Riau Bayar Gaji Pemain, Tapi Masih Ada 2 Yang Belum Beres

PSPS Riau, peserta Liga 2, baru saja melunasi tunggakan gaji dua pemainnya pada musim lalu. ...