Home > Berita Bola > Faktor Pendidikan Yang Membuat Pemain Indonesia Takut Berkarir Ke Luar Negeri

Faktor Pendidikan Yang Membuat Pemain Indonesia Takut Berkarir Ke Luar Negeri

Tidak banyak pemain Indonesia yang memilih untuk berkarier di luar negeri. Selain nama-nama seperti Bambang Pamungkas, Andik Vermansah, Saddil Ramdani, sampai kini Egy Maulana Vikri, Yanto Basna, dan Witan Sulaiman, kebanyakan pemain Indonesia lebih merasa nyaman bermain di liga nasional.
Firman Utina dan Hamka Hamzah termasuk dua orang pemain Indonesia yang tidak pernah mencicipi atmosfer liga di negara lain.

Sepanjang kariernya, dua mantan pemain timnas Indonesia itu hanya membela klub-klub yang bermain di Liga Indonesia. Dalam bincang-bincang di kanal Youtube Hamka Story 23, keduanya mengaku kalau sebenarnya mereka sering mendapat tawaran untuk bermain di luar negeri. Tapi, semua tawaran itu mereka tolak karena merasa takut dan kalah mental.

“Kalau bisa dibalik kembali kami bermain, kami kalahnya di mental,” kata Firman Utina dilansir dari Youtube Hamka Story 23.

“Saat dapat tawaran dari luar, kami takut karena tidak bisa berbahasa dan lain-lain.”

“Saya dapat tawaran dari Malaysia saya tolak. Hamka Hamzah banyak juga dapat tawaran dari Malaysia bahkan Uruguay juga ditolak,” kata Firman.

“Markus Horizon dapat tawaran dari Oman, kalau mau gajinya lebih tinggi,” tambahnya.

Hamka Hamzah menilai KALAU faktor pendidikan menjadi penyebab utama mengapa banyak pemain Indonesia tidak mau mencoba bermain di liga lain. Menurutnya, latar belakang . . . Gabung . . . pendidikan yang kurang membuat banyak pemain tidak bisa berbahasa Inggris dan takut kalau harus berinteraksi dengan pemain dari negara lain.

Hamka pun bercerita tentang pengalamannya terpaksa putus sekolah karena ingin fokus di sepak bola. Saat itu, Hamka pernah membolos sampai dua bulan karena harus mengikuti latihan sepak bola dan membuat dirinya tidak bisa naik kelas.

Ayahnya pun meminta pemain Persita Tangerang itu memilih antara pendidikan dan sepak bola. Hasilnya pun Hamka dengan tegas memilih untuk melanjutkan karier sebagai pemain sepak bola dan meninggalkan bangku sekolah.

“Mungkin karena pendidikan kami waktu sekolah itu kurang,” tutur Hamka Hamzah.

“Makanya itu kenapa harus sekolah, belajar. Nanti kalau performa tinggi saat membela timnas, tawaran dari luar akan banyak,” kata Firman Utina menimpali.

“Sekolah penting, sama pentingnya dengan hobi dan cita-cita,” kata Hamka Hamzah.

x

Check Also

Dirut PT LIB Klaim Sudah Dapat Izin Dari Polri Terkait Kick-off Liga 1 20 Agustus

Jakarta – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita mengklaim sudah mendapatkan ...