Home > Berita Bola > Eks Pemain Timnas AS Ungkap Kekesalannya Pada Donald Trump

Eks Pemain Timnas AS Ungkap Kekesalannya Pada Donald Trump

London – Eks punggawa tim nasional Amerika Serikat (AS) Terrence Boyd secara terbuka melontarkan sindiran keras terhadap presiden Donald Trump terkait kebijakannya dalam menangani kerusuhan sosial yang pecah di negara itu menyusul kematian tragis seorang pria kulit hitam, George Floyd.

Para demonstran dari berbagai golongan berbondong-bondong turun ke jalan di kota-kota besar AS untuk menyampaikan kekecewaan mereka atas kematian Floyd, seorang Afrika-Amerika yang meninggal dunia akibat perlakuan polisi. Trump mengancam akan menurunkan kekuatan militer jika demonstrasi tersebut memakai kekerasan.

Pada akhirnya, memang banyak sarana publik yang dirusak dan dijarah, termasuk beberapa toko. Namun, Boyd menilai bahwa Trump sendiri telah ikut memancing timbulnya kekacauan massa ini.

“Saya bersedih,” kata Boyd kepada T-Online. “Donald Trump adalah salah satu orang terburuk di planet ini. Dia membuat negaranya terpecah-belah dan memperparah keadaan di Amerika Serikat. Saya cinta AS, tapi saya benci dengan apa yang dibuat Trump di negara ini. ”

Saat ditanya apa yang akan dia katakan kepada presiden Trump jika dia bisa menemuinya langsung, Boyd menimpali: “Saya akan berkata, ‘Donald, apa Anda tidak malu?’ Tapi Trump adalah orang yang sangat egois, dia bahkan tidak akan terganggu . . . Gabung . . . dengan itu.”

Vandalisme dan kekerasan terhadap petugas polisi telah terlihat secara nyata dan dikecam banyak orang, termasuk Boyd. Namun, menurutnya, reaksi terhadap diskriminasi yang telah terjadi selama beberapa dekade ini tetap harus disuarakan.

“Tentu saja, tidak boleh ada mobil dibakar maupun polisi yang diserang,” tambahnya. “Kebanyakan polisi memiliki keluarga, yang juga merupakan orang baik, tetapi kita harus jujur ​​dengan diri kita sendiri: apakah ada solusi lain terkait isu ini?”

“Protes harus keras, harus muncul, karena sudah cukup diabaikan selama ini. Orang-orang Afrika-Amerika harus melawan ketidakadilan ini,” serunya.

Eks punggawa Borussia Dortmund dan RB Leipzig ini kemudian memberi contoh Jerman sebagai negara yang menurutnya berhasil dalam menangani rasisme. “Situasinya sama sekali berbeda di AS. Jerman terus menjadi negara yang stabil.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Daftar Pencetak Hattrick Tertua Di 5 Liga Top Eropa

Daftar pemain berikut ini membuktikan bahwa usia hanya angka sebagaimana mereka sanggup menjaringkan tiga gol ...