Home > Berita Bola > Chiellini Menolak Jika Moise Kean Dibandingkan Dengan Balotelli

Chiellini Menolak Jika Moise Kean Dibandingkan Dengan Balotelli

Turin – Bek senior sekaligus Kapten Juventus, Giorgio Chiellini menyebut penyerang Everton, Moise Kean sepenuhnya berbeda dari Mario Balotelli.

Kean hengkang dari Juventus dan mendarat di Everton tahun lalu, dengan klub Liga Primer merekrut pemain asal Italia itu senilai £25 juta.

Pemain berusia 20 tahun tersebut hanya mengemas satu gol dalam 26 penampilannya bersama Everton sebelum musim 2019/20 ini ditangguhkan pada Maret lalu karena wabah virus corona, dan bahkan sempat tergeser dari skuad utama pada November lalu karena aksi indisipliner.

Kean juga mendapat kritikan pedas oleh Everton pada April lalu usai melanggar aturan lockdown.

Setelah sebelumnya menyinggung penyerang Brescia, Balotelli, Chiellini menagatakan bahwa Kean, yang pernah menjadi rekan setimnya, berbeda dengan mantan penggawa Inter Milan dan Manchester City tersebut.

“Satu-satunya kontribusi Balotelli adalah caranya menendang. Ada orang-orang yang membandingkannya dengan Moise Kean, seorang anak yang mungkin tampak pemberontak dan tidak mungkin untuk dihadapi. Namun, Kean sepenuhnya berbeda dari Mario,” tulis Chiellini dalam buku autobiografinya, ‘Io, Giorgio’.

“Tentu saja, semasa muda di Juventus, ia dihukum berkali-kali, tapi ketika bermain di tim utama ia selalu menunjukkan dirinya sangat hormat pada tim.”

“Terkadang ia tidak mendengarkan peringatan dan . . . Gabung . . . datang terlambat saat latihan, tapi sikap semacam itu bisa diubah tanpa kesulitan.”

Kean mentas dari akademi Juventus, di mana ia menceploskan delapan gol dalam 21 penampilan sebelum hijrah dari Turin.

Saat Kean masih berjuang untuk menyesuaikan diri di Liga Primer, rekanya di Everton, Theo Walcott mendukungnya untuk menjadi bintang masa depan.

“Ia berusia 19 tahun dan datang ke negara, budaya, bahasa, cara bermain yang sepenuhnya baru. Itu sulit, Anda tahu,” kata Walcott kepada Goal.

“Rasanya seperti kami memberi banyak tekanan pada pemain yang tidak memintanya. Mereka hanya ingin menikmati sepakbola, tapi selalu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama ketika berpindah negara.”

“Ia bermain sangat baik di Italia, dan sekarang beradaptasi dengan kehidupan dan sepakbola Inggris dengan baik.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Ini 5 Transfer Terbaik Musim 2020/21

Setelah berakhirnya musim 2020/21, banyak klub Eropa terlihat sibuk di bursa transfer musim ini untuk ...