Home > Coppa Italia > Bos Juventus Tak Masalah Ronaldo Gagal Penalti

Bos Juventus Tak Masalah Ronaldo Gagal Penalti

Turin – Arsitek tim Juventus, Maurizio Sarri senang dengan performa Cristiano Ronaldo walau gagal mengeksekusi penalti saat melawan AC Milan di semi-final Coppa Italia.

Tendangan penalti Ronaldo membentur tiang gawang pada menit ke-16, dengan Juventus hanya bermain imbang tanpa gol kontra 10 pemain Milan, dalam duel leg kedua semi-final yang berlangsung tanpa penonton di Allianz Stadium, Sabtu (13/6) dini hari WIB.

Pada leg pertama Februari lalu, Ronaldo sukses mengemas gol lewat titik putih untuk menyegel skor 1-1. Hasil dalam pertandingan yang digelar sebelum kompetisi dihentikan karena pandemi virus corona itu mengantar Si Nyonya Tua melaju ke final Coppa Italia berkat keunggulan gol tandang.

Berbincang kepada Rai Sport usai melewati pertandingan profesional pertama sejak wabah COVID-19 meluas Italia, Sarri mengatakan: “Saya meminta Ronaldo untuk mengambil peran yang lebih sentral, ia senang untuk mencobanya dan ia memainkan permainan yang diperlukannya sekarang ini.”

“Ia mungkin tidak terbiasa gagal mengeksekusi penalti, jadi membentur bagian dalam tiang gawang membuat bola bisa ke mana saja dan ia tidak beruntung.”

“Saya tidak berpikir memainkannya beberapa meter lagi ke depan atau cara lain akan membuat perbedaan besar bagi pemain yang tangguh. Semua pemain memiliki awal yang bagus dalam 30 menit dan kemudian memudar.”

Kampiun Serie A, Juventus akan bertemu Napoli atau Inter Milan di final Coppa Italia di Roma pada 17 Juni mendatang dan Sarri . . . Gabung . . . menambahkan: “Jelas setelah tiga bulan, kembali ke sisi lapangan dan menyaksikan tim di luar sana adalah sensasi yang baik, meski pun tidak sama rasanya tanpa fans.”

“Saya sangat terkejut dan puas dengan 30 menit awal kami, karena kami menggerakan bola dengan cepat dan benar-benar mendominasi permainan, bahkan sebelum kartu merah [bagi Milan].”

“Setelah itu, kami perlahan-lahan menurunkan tempo, intensitas dan determinasi mental, tapi itulah risiki bermain di stadion kosong. Kami melakukannya dengan sangat baik, memainkan satu dua sentuhan, namun kemudian kami melambat dan kehilangan ketajaman, lebih fokus pada gerakan individu dan mengambil dua sentuhan.”

“Sisi positifnya, kami tidak membiarkan lawan mengembangkan permainan sama sekali. Akan membutuhkan waktu untuk mengembalikan kebugaran dan mentalitas menjadi 100 persen. Jika Anda membandingkannya dengan pertandingan pramusim, sebenarnya pada awal Juli, tapi ini lebih buruk daripada pramusim, karena ada jeda yang jauh lebih lama.”

“Butuh kesabaran, tapi 30 menit pertama yang saya lihat hari ini adalah pertanda bagus.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Kabar Buruk Menghampiri Milan Jelang Lawan Inter

Milan – AC Milan akan menghadapi rival sekotanya, Inter Milan, dalam laga perempat final Coppa ...