Home > Berita Liga Italia > Juventus > Bonucci Bandingkan Gaya Kepelatihan Sarri dan Allegri

Bonucci Bandingkan Gaya Kepelatihan Sarri dan Allegri

Turin – Defender senior Juventus Leonardo Bonucci membandingkan Maurizio Sarri dan Massimiliano Allegri dengan mengatakan pelatih pertama lebih teliti sementara yang berikutnya piawai dalam manajemen sepakbola.

Bonucci mengantar Juventus memenangkan enam Scudetto Serie A Italia secara beruntun antara 2010 dan 2017, berkarir selama tiga tahun di bawah besutan Allegri.

Juve sangat mendominasi Italia saat Allegri berkuasa di Allianz Stadium, mereka juga berhasil melangkahkan kaki ke dua final Liga Champions.

Pada 2015 Si Nyonya Tua dibenamkan Barcelona dan dua tahun kemudian giliran Real Madrid yang melumat hati si Nyonya Tua. Walau demikian, Allegri tetap dinilai sebagai salah satu juru racik paling hebat yang pernah menangani Bianconeri.

Musim panas tahun lalu kiprah Allegri di Turin berakhir dan Juve memboyong Sarri dari Chelsea sebagai pengganti.

Bersama pelatih berusia 61 tersebut, Juve memiliki potensi memetik tiga gelar pada musim ini sebelum wabah virus corona menghentikan kompetisi. Meski demikian, kebijakan Sarri dalam memilih pemain dan filosofi sepakbola yang mudah diprediksi membuatnya rentan kritikan.

Meski demikian, Bonucci – yang kembali ke Juve pada 2018 usai menyeberang ke Milan – merasa Sarri telah melakukan pekerjaan sebagai suksesor Allegri dengan baik dan selalu menuntut skuad meningkatkan kemampuan.

“Allegri bagus dalam mengurus kamar ganti pada situasi paling sulit sekalipun. Dia membuat tim paham bagaimana mengatur waktu dalam sebuah pertandingan. Selama lima tahun dia piawai dalam urusan ini,” ujarnya pada Gazzetta dello Sport.

“Sementara itu Sarri teliti, dia bersemangat mengulik taktik. Dia suka jika tim bermain bagus. Dalam beberapa . . . Gabung . . . bulan ini dia juga belajar arti Hitam-Putih pada dunia, di mana kesalahan tidak bisa dimaafkan.”

“Sejak Sarri bergabung, saya merasakan perkembangan signifikan. Pengetahuan sepakbolanya sangat luas, tetapi dia juga selalu mencari pertanyaan. Sarri punya kerendahan hati untuk memahami dinamika kolektif ini.”

“Sungguh, saya cukup terkejut. Kami selalu berkomunikasi dan ada sejumlah konfrontasi. Dia pelatih yang selalu menuntut adanya peningkatan. Saya ingin meningkatkan kemampuan dengan memahami sepakbola yang diusungnya, sangat original, berbeda dari yang saya tahu sebelumnya.”

Sepakbola Italia bakal berlanjut lagi pada 12 Juni mendatang usai negara tersebut mengendurkan kebijakan lockdown di beberapa wilayah. Juve akan menghadapi Milan di leg kedua semi-final Coppa Italia. Delapan hari kemudian, Serie A akan bergelora lagi dan Bonucci berharap tidak akan ada lagi penundaan setelah melewati tiga bulan periode tanpa kepastian.

“Saya harap segalanya normal hingga akhir kompetisi. Jika gagal, maka akan banyak cerita, kontroversi, tuntutan. Saya enggan meladeni hipotesis lainnya. Jika behenti, lebih baik berhenti di sana, jangan melakukan apapun. Semoga saja kami bisa sampai ke 2 Agustus dan memastikan juara. Semoga saja itu Juve.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Juventus Pastikan Cristiano Ronaldo Tetap Bertahan

Turin – Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved, memastikan bahwa Cristiano Ronaldo masih akan bertahan bersama ...