Home > Berita Liga Indonesia > Arema Singgung Persentase Gaji Pemain Jika Kompetisi Dilanjutkan

Arema Singgung Persentase Gaji Pemain Jika Kompetisi Dilanjutkan

Malang – Manajemen Arema FC berharap PSSI segera membuat payung hukum mengenai gaji pemain mulai Juni usai induk organisasi sepakbola nasional itu memutuskan menggelar lagi kompetisi tahun ini.

PSSI sebelumnya menyematkan status force majeure akibat wabah virus Corona yang membuat kompetisi dihentikan sementara. Selama masa force majeure diberlakukan Maret hingga Juni, klub diizinkan memangkas gaji pemain dan pelatih hingga 75 persen.

Kini masa berlaku kahar menjelang berakhir, sehingga penggajian akan kembali berdasar kontrak semula saat kompetisi berjalan. Di tengah kondisi seperti ini, klub menghadapi krisis finansial, karena tidak ada pemasukan.

General manager Ruddy Widodo menuturkan, dana komersil dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah digunakan untuk melunasi gaji pemain dan pelatih. Walau demikian, manajemen masih menombok untuk menutup kekurangan.

Ruddy menyampaikan, penggajian pemain dan pelatih untuk Juli dan seterusnya menjadi bahan pertanyaan klub Liga 1. Ia meminta agar PSSI segera memberikan kejelasan soal hal itu.

“Liga 1 2020 dilanjutkan September atau Oktober, sementara status force majeure berakhir Juni. Pertanyaan klub-klub sekarang, bulan Juli hingga liga lanjut lagi itu kami harus menggaji pelatih dan pemain berapa persen?” tanya Ruddy diwartakan laman Wearemania.

“Itu termasuk untuk prosentase gaji pelatih dan pemain ketika Liga 1 2020 dilanjutkan nanti. Klub-klub sudah mewakilkan kepada Sekjen PSSI [Yunus . . . Gabung . . . Nusi] untuk bernegosiasi dengan pelatih (melalui Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia) dan pemain (melalui Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia).”

“Gaji adalah hak mereka, tentu dibayarkan. Yang terpenting saat ini ada payung hukum atau ketetapan untuk klub menggaji pelatih dan pemain. Lanjut 25 persen atau bagaimana terserah.”

Ruddy juga menambahkan, Arema saat ini sedang berusaha mempertahankan sponsor agar tetap bersama mereka saat kompetisi dilanjutkan kembali, terutama perusahaan yang finansialnya tak begitu terpengaruh dengan pandemi.

“Upaya pertama yang kami lakukan adalah meyakinkan sponsor kami untuk tidak cabut. Sebab, ada sejumlah klub lain yang sudah ditinggal sponsornya. Ini langkah penting yang harus kami lakukan untuk menyelamatkan finansial klub,” beber Ruddy.

“Di tengah pandemi ini ada yang naik, ada yang turun. Kebetulan Arema sponsornya tergolong produk konsumsi yang semua orang tahu omsetnya sedang naik. Insya Allah semua sponsor kami akan bertahan.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Kondisi PPKM Level 4, PT.LIB Rencana Kick-off Agustus 2021

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang belakangan berganti istilah menjadi Level 4, diperpanjang sampai ...