Home > Berita Bola > Usir Kejenuhan, Pasien Corona di Ternate Main Bola

Usir Kejenuhan, Pasien Corona di Ternate Main Bola

Sejumlah pasien korban virus corona di rumah sakit Kota Ternate, Maluku Utara, terlihat bermain sepak bola di lorong demi mengobati rasa jenuh dan stres selama berada di ruang isolasi.

COVID-19 atau yang juga dikenal dengan virus corona memang sampai hari ini masih terus menjadi ancaman di seluruh dunia. Walau di beberapa negara seperti di Italia, jumlah kasus positif dan kematian sudah menurun, tapi di Indonesia justru sedang parah-parahnya.

Per Jumat (01/05/20), Indonesia tercatat memiliki 10.118 kasus positif dengan kasus yang masih aktif mencapai 7.804. Total pasien yang meninggal mencapai 792 orang. Tapi untungnya, jumlah penderita yang berhasil disembuhkan sudah mencapai 1.522 orang.

Salah satu alasan Indonesia berhasil mencapai angka kesembuhan lebih tinggi dibanding kematiannya adalah karena respons cepat dari pihak medis dalam menangani para pasiennya.

Penderita yang dinyatakan positif langsung diwajibkan untuk menjalani masa karantina di rumah sakit masing-masing wilayah. Tapi, menjalani karantina di ruang isolasi di tempat yang bukan rumah sendiri tentu menimbulkan rasa bosan, jenuh, stres, dan lain-lain.

Sehingga kalau dibiarkan, hal ini justru malah bisa membuat mental para penderita tidak sehat. Bahkan, berpotensi menjadi gila karena keterbatasan yang harus mereka jalani itu.

Oleh karena itu, beberapa dari mereka lalu memutuskan untuk melakukan aktivitas yang bisa mengusir rasa bosan. Salah satunya adalah yang dicontohkan oleh beberapa pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoirie, Ternate, Maluku Utara.

Mereka memilih untuk menghabiskan waktu dengan bermain sepak bola. Berdasarkan unggahan akun . . . . . . Twitter milik FAJAKEHO, terlihat empat orang pemuda sedang bergembira sambil memainkan bola plastik kecil berwarna kuning.

Mereka melakukan hal itu di salah satu lorong rumah sakit itu. Walau kelihatannya hal ini bisa dicontoh, tapi Juru Bicara COVID-19 Maluku Utara, Alwia Assagaf, malah menganggap kalau hal ini bukanlah keputusan yang baik dari pihak pasien atau pihak rumah sakit sendiri.

“Di rumah sakit manapun di lokasi karantina, semua pasien dianjurkan berdiam di dalam kamar. Tapi mungkin stres karena berada dalam kurun waktu lama jadi seperti itu. Di sinilah butuh pengertian dan kerja sama dari pasien.”

“Kalau sudah diberi pemahaman tentang penyakit yang sangat infeksius ini, mereka harusnya mengerti. Tidak menunjukkan gejala membuat pasien menganggap dirinya sehat, padahal positif. Ini akan membuat lama masa penyumbuhan karena tetap bergaul dengan sesama yang positif.”

Terlepas dari hal itu, penyebaran virus corona di Indonesia masih terus terjadi. Bahkan, wabah itu mulai mengancam di kota-kota kecil seperti Purworejo dan lain-lain, yang membuat banyak kampung di kawasan itu mengalami lockdown dan mengganggu aktivitas masyarakat.

x

Check Also

Bersalah Terkait Kasus Pemerasan Video Seks, Karim Benzema Divonis 1 Tahun Penjara

Versailles – Hakim di Pengadilan Versailles memutuskan Karim Benzema bersalah dalam kasus pemerasan video seks ...