Home > Berita Liga Indonesia > PSSI Izinkan Gaji Pemain Dipotong, FIFPro Berikan Kritikan

PSSI Izinkan Gaji Pemain Dipotong, FIFPro Berikan Kritikan

Jakarta – FIFPro selaku federasi pesepakbola profesional dunia melontarkan kritik terkait kebijakan dari PSSI yang mengizinkan gaji maksimal 25 persen kepada pemain dan pelatih, selama wabah virus corona.

Bagi FIFPro, PSSI telah gagal menerapkan arahan dari AFC mau pun FIFA agar federasi mau mencari jalan keluar bersama klub soal krisis pandemi ini, yang melibatkan APPI sebagai paguyuban pesepakbola profesional, di Indonesia.

Yang paling disesalkan oleh FIFPro adalah, PSSI mengambil keputusan soal penyunatan gaji, dua pekan usai menetapkan status penghentian sementara kompetisi pada 16 Maret, tanpa sedikit pun memberi ruang komunikasi untuk para pemain.

Lewat laman resmi mereka, FIFPro menyanpaikan data bahwa tidak ada klub yang membayarkan gaji lebih dari 25 persen kepada pemain mereka, dan dua klub hanya membayarkan 10 persen gaji, terhitung sejak April.

Mereka prihatin dengan para pemain di kompetisi level kedua, yang beberapa mendapatkan gaji rendah kurang dari 200 US dollar sebelum ada pemotongan, dan akan . . . . . . mendapat gaji sangat rendah usai adanya pandemi ini, karena potongan.

“Selama krisis ini kami telah melihat banyak keputusan dari asosiasi sepakbola yang tidak sebagaimana mestinya,” kata Direktur Legal FIFPro, Roy Vermeer, melalui situs resmi FIFPro.

“Mereka membuat resolusi yang sangat mengabaikan hak dasar pekerja. PSSI melakukan intervensi dalam hubungan kerja tanpa inisiatif untuk mengundang pemain ke meja yang sama.”

“Dengan fakta bahwa kebijakan ini masih berlaku sejak Maret, adalah bukti kalau PSSI tak peduli dengan standar internasional bahkan dengan standar kesejahteraan di Indonesia sendiri,” tukas Roy. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Seri 3 BRI Liga 1 2021/22 Batal Digelar di Jawa Timur

Jakarta – PT Liga Indonesa Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia memastikan ...