Home > Berita Liga Prancis > Olympique Lyonnais > Presiden Lyon Merasa Aneh Dengan Keputusan Ligue 1 Hentikan Kompetisi

Presiden Lyon Merasa Aneh Dengan Keputusan Ligue 1 Hentikan Kompetisi

Paris – Presiden Olympique Lyon Jean-Michel Aulas meminta otoritas Ligue 1 untuk mendiskusikan kembali keputusannya soal menutup kopmpetisi 2019/20 lebih awal, dengan berharap mereka berpaling dari “jalan yang salah”.

Pada 30 April kemarin, LFP (Ligue de Football Professionnel) memutuskan kompetisi musim ini tidak akan dilanjutkan menyusul wabah virus corona, sementara mereka menganugerahi Paris Saint-Germain gelar juara.

Amiens dan Toulouse, yang masing-masing berada di urutan ke-19 dan 20 pada saat liga ditangguhkan, terpaksa turun kasta ke Ligue 2, sementara Nimes yang berada di posisi ke-18 diberi penangguhan dan tidak akan menghadapi play-off begitu sepakbola bisa kembali dimulai.

Sementara itu, Marseille dan Rennes bergabung dengan PSG sebagai tim yang tampil di Liga Champions mewakili Prancis untuk musim 2020/21, sementara Lyon kehilangan tiket menuju kompetisi Eropa usai finis di peringkat ketujuh.

Pihak klub merespon keputusan LFP itu dengan siap mengambil jalur hukum, namun Aulas yakin keputusan itu bisa dan harusnya diubah.

“Kita berada di jalan yang salah, mungkin belum terlambat untuk membayangkan, mengingat apa yang terjadi di seluruh Eropa, sesuatu yang secara politis koheren: kita memiliki waktu hingga akhir Agustus dan mungkin awal September untuk menyelesaikan [Ligue . . . . . . 1] ini,” kata Aulas kepada L’Equipe.

“Sampai saya menerima transkrip risalah dari dewan direksi yang memutuskan penghentian ini… Saya ini belum memilikinya sejak 30 April, dan itu aneh.”

Hingga saat ini Prancis adalah satu-satunya negara top 5 Eropa yang telah memilih untuk menuntaskan musim 2019/20 lebih dini.

Pada Rabu, Jerman mengumumkan rencana mereka untuk melanjutkan Bundesliga pada pertengahan Mei, sementara di Spanyol pihak berwenang LaLiga berharap bisa melanjutkan kembali kompetisi pada Juni.

Aulas menilik Jerman sebagai bukti bahwa membatalkan musim dengan lebih dari sepuluh pertandingan tersisa tidak selaras dengan sisa negara di Eropa.

“Segalanya menjadi lebih jelas. Saya mencatat hampir sepuluh negara Eropa yang telah kembali mengizinkan latihan. Jadi, kami bertanya-tanya. Dengan mengadaptasi metode kami, kita mungkin bisa menyelesaikan kompetisi,” tambahnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Simak Data dan Fakta Jelang Laga Lyon vs Juventus

Lyon akan melawan Juventus pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019/20, Kamis (27/2/2020). ...