Home > Berita Bola > Mengintip Museum Sepakbola Yang Ada di Solo

Mengintip Museum Sepakbola Yang Ada di Solo

Museum jadi salah satu pilihan favorit untuk destinasi wisata, terutama untuk sisi edukasi karena kaya akan nilai sejarah. Termasuk juga dari bidang sepak bola, di mana terdapat puluhan museum yang tersebar di penjuru dunia, khususnya di daratan Eropa.

Sebut saja Museum FIFA di Kota Zurich, Swiss yang menyimpan trofi Piala Dunia asli serta berbagai sejarah berdirinya organisasi tertinggi sepak bola di dunia itu. Lalu juga National Football Museum di Inggris yang memiliki lebih dari 140 ribu koleksi sekaligus museum sepak bola terbesar se jagad raya.

Tapi bagi pecinta sejarah sepak bola, anda tidak perlu jauh-jauh pergi ke Benua Biru untuk mendatangi museum sepak bola. Karena, di Kota Solo juga memiliki museum sepak bola penuh sejarah yaitu Balai Persis Solo.

Bangunan itu berdiri di tanah seluas 1600 meter persegi yang terletak di Jalan Gajah Mada Nomor 73, Solo. Tepatnya di depan Monumen Pers Nasional dan berseberangan dengan rumah dinas Wali Kota Surakarta.

Walau tidak begitu besar, tapi Balai Persis menyimpan ratusan koleksi piala, khususnya Persis Solo dari awal-awal berdiri hingga era modern. Termasuk juga trophi berbahan kayu saat tim Laskar Sambernyawa jadi runner-up Liga Perserikatan tahun 1937.

Lalu ada juga piala Steden Wedstrid PSSI 1939 saat Persis jura Liga Perserikatan musim 1939. Berbagai foto-foto lawas dan juga peninggalan antik lainnya masih tersimpan rapi.

“Bangunan ini memang memiliki nilai sejarah yang tinggi karena peninggalan Belanda. Ada banyak trophi sebagai koleksi yang masih tersimpan. Istilahnya jadi saksi perjuangan Persis, bahkan sejak jaman sebelum kemerdekaan,” salah satu . . . . . . sesepuh pengurus Persis, Heri Isranto.

Tidak hanya koleksi piala, di depan Balai Persis juga terdapat patung Ir Soeratin, salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum PSSI pertama. Patung itu bahkan sudah tercatat sebagai benda cagar budaya.

Penggiat sejarah sepak bola Solo, Nikko Auglandy menyebut keberadaan puluhan piala itu menyimpan berbagai versis. Menurutnya, dua klub lokal pendiri Persis, PS Romeo dan PS Mars juga meletakkan beberapa pialanya di Balai Persis.

“Sulit untuk memastikan pemilik piala itu, apalagi pelaku sejarahnya sudah tidak ada. Buku atau media massa pada saat itu juga sudah tidak ada di Monumen Pers, perpustakaan milik Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta. Paling data yang valid yan di Museum Belanda,” kata pria yang juga seorang jurnalis olahraga itu.

Penjaga Balai Persis, Edy Supriyanto menjelaskan saat ini aktivitas di balai tidak seramai seperti beberapa musim lalu. Karena, manajemen tim Laskar Sambernyawa saat ini memang jarang menggunakan sebagai lokasi pertemuan atau rapat.

“Tapi untuk bangunannya masih terawat, karena setiap hari saya bersih-bersih. Piala koleksi di Balai Persis juga masih lengkap,” kata dia.

x

Check Also

Selalu Bersaing Jadi Pemain Terbaik, Lionel Messi Masih Beri Pujian Untuk Cristiano Ronaldo

Jakarta – Lionel Messi tidak pernah lepas dari Cristiano Ronaldo dalam hal bersaing sebagai pemain ...