Home > Berita Bola > Masa Kecil Patrice Evra Pernah Jadi Gelandangan di Jalan

Masa Kecil Patrice Evra Pernah Jadi Gelandangan di Jalan

Manchester – Patrice Evra secara terbuka mengeyebut dirinya pernah menjadi gelandangan saat masih berstatus sebagai tunawisma di Paris dan menuturkan bahwa hal itu membantu dirinya untuk punya karakter kuat saat ini.

Evra menjalani kesuksesan dalam kariernya sebagai pemain selama 20 tahun, dengan membela klub-klub elit seperti AS Monaco, Manchester United dan Juventus.

Sosok yang menghuni pos bek kiri itu memiliki puncak performanya saat berkarir di Old Trafford, dengan mengantar United meraih 15 trofi, di antaranya lima Liga Primer Inggris dan satu Liga Champions.

Ia juga dinilai sebagai salah satu bek kiri terbaik di eranya, dan mampu mencatat total 81 caps bersama tim nasional Prancis.

Namun, tak disangka jika masa muda mantan pemain United yang kini berusia 38 tahun diwarnai dengan episode sulit, yang bahkan harus dilaluinya dengan mengemis di jalanan, sebelum sampai ke jenjang sepakbola profesional.

“Saya akan jujur kepada Anda, masa-masa muda saya sulit karena saya punya begitu banyak saudara, jadi tidak mudah untuk hidup di jalanan,” kata Evra, yang punya total 25 saudara, kepada podcast resmi United.

“Saya hidup di Paris, tapi tinggal di jalanan dan terkadang sama bahkan tidak bisa makan.”

“Saya ingat saudara saya Dominique bekerja di McDonalds, jadi saya pergi ke sana dan saat istirahat ia memberi saya makanan yang sebenarnya menjadi jatahnya.”

“Saya tidak malu mengatakan bahwa saya pernah mengemis uang di depan toko-toko dan ketika saya melihat beberapa orang, saya berkata, ‘Bolehkah saya meminta Euro [uang]?’ dan terkadang mereka memberi saya uang dan terkadang juga tidak, hanya karena saya ingin membeli sandwich.”

“Itu adalah masa-masa . . . . . . sulit, tapi juga bahagia. Saya selalu bahagia dan selalu merasa beruntung, saya tidak akan mengubah ceritanya, saya akan tetap menceritakan apa adanya karena itulah yang membangun karakter saya.”

“Beberapa orang, ketika berhasil maka yang dilihat hanyalah pencapaian akhirnya, mereka hanya melihat di TV bahwa ada sosok superstar, tapi sebenarnya, di jalanan, saya belajar banyak dan itu membantu saya menjadi kuat.”

“Terutama setelah Piala Dunia [2014] ketika saya menjadi kapten dan banyak orang menyalahkan saya, tapi saya masih tetap tegar karena saya tahu di jalanan saya memiliki masa-masa yang lebih sulit dari itu, dari pada mendengar apa yang dikatakan media tentang Anda.”

Evra menuebut bahwa kesediaan dirinya mengungkap masa lalunya bukan karena ingin meraih simpati, namun justru berharap agar kisahnya menjadi inspirasi anak-anak agar pantang menyerah.

Katanya: “Saya bukan korban, saya tidak merasa sedih. Saya tidak ingin orang-orang begitu mencintai saya karena saya merasakan hal-hal menyedihkan. Saya hanya menceritakan pengalaman hidup saya.”

“Saya hanya ingin memotivasi lebih banyak anak-anak agar pantang menyerah tidak peduli apa pun yang akan terjadi. Jika Anda percaya akan menjadi seseorang yang Anda yakini, maka Anda akan bisa mewujudkannya. Itulah intinya.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Lampard

Lampard Ternyata Juga Sempat Berminat Besut Aston Villa

London – Eks manajer Chelsea, Frank Lampard dikabarkan sempat diwawancarai untuk mengisi posisi pelatih Aston ...