Home > Berita Bola > Mantan Gelandang Persib Nyaris Gabung Liverpool

Mantan Gelandang Persib Nyaris Gabung Liverpool

London – Eks punggawa Chelsea dan Persib Bandung Michael Essien menuturkan momen saat ia menolak merapat ke Liverpool pada 2002 untuk bertahan di Ligue 1 Prancis karena berpikir berkarir ke Inggris terlalu dini untuk saat itu.

Essien menyebut pelatih Liverpool kala itu, Gerard Houllier sangat berminat untuk mendapatkan tanda tangannya dan bahkan sudah mengundangnya ke Melwood – tempat pemusatan latihan The Reds – di mana mereka melakukan pembicaraan.

Dia menampik pinangan dari PSG dan Marseille pada periode itu untuk menuntaskan tahun ketiga di Bastia, yang ia bantu menyegel posisi papan tengah di musim 2002/03.

“Saya mendapat banyak tawaran. Saya nyaris bergabung dengan Liverpool ketika Houllier menjadi pelatih mereka,” ungkap Essien dalam Instagram Live.

“Saya bahkan pergi ke Melwood untuk bertemu pelatih. Kami berbincang dan saya kembali ke Prancis tetapi tawaran masih datang.

“PSG, Marseille dan lain-lain, tetapi saya memberitahu Bastia, saya tidak ingin hengkang, dan mereka juga tidak ingin menjual saya saat itu karena mereka ingin saya bertahan setahun lagi dan hal tersebut tidak masalah bagi saya karena saya juga tidak ingin pergi. Jadi, saya bertahan satu musim lagi, itulah tahun ketiga saya dengan klub.

“Lyon bergabung dengan tiga klub yang sudah saya sebutkan untuk mengejar saya, tetapi saya pikir terlalu dini untuk hengkang ke Inggris.”

Essien memilih Lyon dengan tebusan senilai €7.8 juta pada musim panas 2003, dan ia menyabet juara beruntun Ligue 1 dalam dua tahunnya di klub.

Ia kemudian hijrah ke Inggris pada Agustus 2005 untuk . . . . . . memperkuat skuad Chelsea namun bersamaan dengan itu Houllier yang menginginkan tenaganya di Liverpool tiga tahun sebelumnya, ditunjuk menjadi pelatih Lyon.

Dia hanya sempat berada di bahwa arahan pelatih asal Prancis itu saat Lyon melakukan tur pramusim di Korea Selatan, sebelum terbang ke kandang The Blues.

“Pergi ke Chelsea tidak sulit tetapi pada tahun ketiga di Lyon, kami memiliki Gerard Houllier sebagai pelatih yang menginginkan saya bertahun-tahun sebelumnya ketika dia di Liverpool, dan dia merupakan fans berat saya, dia mencintai saya, dia menyukai gaya bermain saya. Jadi ketika dia datang ke Lyon, dia gembira,” imbuhnya.

“Kami menggelar pertemuan dan dia mengekspresikan seberapa gembira dia bisa bekerja dengan saya dan kemudian kami pergi ke Korea Selatan untuk pra-musim dan kemudian Chelsea datang dengan tawaran kuat.

“Tentu presiden Michel Aulas menjalankan permainan transfer tetapi pelatih Houllier datang dan berbicara dengan saya, mengatakan dia tahu cinta saya pada Liga Primer Inggris tapi pada saat yang sama dia terluka antara membiarkan saya pergi ke Inggris atau bertahan di Lyon bersama dia.

“Saya ingin pergi ke Inggris.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Harry

John Terry Bela Bek MU Dari Kritikan Pedas Roy Keane

Manchester – Bek legendaris Chelsea, John Terry memberikan pembelaan kepada Harry Maguire. Ia menilai sang ...