Home > Berita Bola > Kamar Ganti PSG Dikabarkan Retak Karena Dua Pemain Ini

Kamar Ganti PSG Dikabarkan Retak Karena Dua Pemain Ini

Seperti kebanyakan klub, PSG menghadapi masalah finansial karena tidak ada pertandingan setelah kompetisi berhenti karena COVID-19. Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, sudah menginisiasi negosiasi rencana pemotongan gaji para pemain Les Parisien.

Tapi, seperti dikutip dari Le Figaro, rencana itu direspons dengan perpecahan di tubuh skuat PSG. Sebagian ada yang tidak setuju, sebagian yang lain setuju dengan rencana pemotongan gaji itu. Kubu yang tidak setuju dikabarkan Le Figaro dipimpin oleh megabintang nomor satu PSG, Neymar.

Neymar adalah pemain bergaji tertinggi di PSG dengan bayaran mencapai lebih dari 36 juta euro per musim. Boleh jadi Neymar mengambil sikap ini sekaligus untuk menegaskan keinginannya segera meninggalkan PSG.

Sejak musim lalu, pemain termahal di dunia ini memang disebut-sebut ingin kembali ke Barcelona. Tidak semua pemain PSG menolak rencana pemotongan gaji oleh Presiden Nasser Al-Khelaifi.

Sebagian mencoba mengerti kesulitan finansial yang dialami klub walaupun tetap harus ada negosiasi soal besaran pemotongan yang akan dilakukan. Kelompok yang setuju ini juga meminta besaran gaji dikembalikan setelah krisis COVID-19 berlalu.

Kelompok pemain yang setuju ini dikabarkan dipimpin oleh pemain bek senior Thiago Silva. Berada di belakang Thiago Silva di antaranya ada Edinson Cavani, Ander Herrera, dan Juan Bernat.

Dengan rutinitas mendatangkan pemain-pemain top berharga mahal dalam beberapa tahun terakhir, PSG otomatis menjadi klub Liga Prancis dengan tagihan gaji pemain tertinggi. Bujet gaji PSG per tahun kabarnya mencapai tidak kurang dari 300 juta euro.

x

Check Also

Prediksi SPAL vs Inter Milan, Serie A 17 Juli 2020

Peringkat 2 Inter Milan akan menghadapi tim juru kunci SPAL di pekan ke-33 Serie A ...