Home > Berita Liga Italia > Jika Musim Ini Dibatalkan, Presiden FIGC Khawatir Sepakbola Italia Akan Mati

Jika Musim Ini Dibatalkan, Presiden FIGC Khawatir Sepakbola Italia Akan Mati

Milan – Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina akan terus berusaha melanjutkan lagi kompetisi di negaranya walau wabah virus corona masih berlangsung.

Gravina dalam pernyataannya telah berulang kali menyebut bahwa ia ingin musim 2019/20 dituntaskan, dengan mengatakan satu-satunya hal yang bisa membatalkan itu adalah kebijakan pemerintah.

Sejak dihentikan pada Maret lalu, Serie A kemungkinan bisa digelar lagi pada akhir Mei sebagaimana perdana menteri Giuseppe Conte bakal mencabut aturan lockdown secara perlahan pada 3 Mei.

Klub-klub Serie A bisa kembali melakoni latihan pada 4 Mei dengan program latihan individu di markas klub, namun baru diizinkan berlatih bersama pada 18 Mei.

Dalam keterangannya di sebuah rapat yang digagas oleh klub Serie B Ascoli, Gravina menyatakan: “Selama saya menjabat presiden FIGC, saya takkan pernah menghentikan musim karena itu akan menjadi kematian dari sepakbola Italia.

“Saya melindungi kepentingan semua orang jadi, saya ulangi, saya menolak untuk meneken kebijakan pembatalan total, kecuali . . . . . . jika ada kondisi objektif yang berkaitan dengan kesehatan semua orang, namun seseorang harus bilang ke saya dengan jelas dan mencegah saya untuk maju ke depan.

“Dengan pembatalan total, sistem kami akan kehilangan 700 hingga 800 juta euro. Jika kita bermain tanpa penonton, kerugiannya hanya 300 juta euro, dan jika kita memulainya kembali dengan fans, kerugiannya akan mencapai 100 hingga 150 juta euro, sekalipun opsi terakhir tidak memungkinkan.

“Kami punya tanggung jawab kontraktual kepada partner internasional dan banyak institusi, seperti UEFA dan FIFA.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Juventus Tempel Terus Gabriel Jesus, Tidak Mau Menyerah Begitu Saja

Kabar mengenai ketertarikan Juventus terhadap Gabriel Jesus masih saja terdengar. Si Nyonya Tua dilaporkan masih intens berkomunikasi ...