Home > Berita Liga Indonesia > Jika Liga 1 2020 Dihentikan, Mesin gol PSS Akan Cari Klub Baru

Jika Liga 1 2020 Dihentikan, Mesin gol PSS Akan Cari Klub Baru

Sleman – Bomber PSS Sleman Yevhen Bokhashvili mulai memikirkan untuk mencari klub baru sebagai antisipasi jika PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memilih untuk menghentikan total Liga 1 2020.

PSSI dan PT LIB hingga saat ini belum memberikan kejelasan soal kelanjutan Liga 1, karena menunggu arahan yang dikeluarkan pemerintah terkait status negara di tengah wabah virus Corona.

Walau demikian, beberapa klub Liga 1 sudah meminta agar kompetisi dihentikan. Hal itu karena waktu yang tersedia sangat terbatas, karena masing-masing klub masih menyisakan 30 laga di liga. Selain itu, menggelar pertandingan tanpa penonton juga nilai tidak ideal, karena klub mengandalkan pemasukan dari penjualan tiket.

“Di Eropa, mungkin ada sejumlah negara yang memulainya lebih cepat, dan sebagian lainnya lebih lambat. Di Indonesia, kemungkinan liga tidak dilanjutkan dalam waktu dekat,” ujar Bokhashvili diwartakan laman Football.

“Mereka (klub) memilih opsi untuk menghentikan kompetisi hingga tahun depan. Pemain asing tentunya akan pergi, karena mereka tidak ingin menunggu.”

Kondisi itu membuat Bokhashvili tidak ingin mengambil risiko terkait kelanjutan karirnya. Terlebih pemain dipastikan mendapat gaji yang lebih kecil selama penantian menuju kompetisi tahun depan. Menurut Bokhashvili, manajemen . . . . . . PSS hingga sekarang belum memberikan garansi mengenai masa depan pemain bila liga dihentikan.

“Tim kami sudah mengajukan penawaran dengan beberapa opsi, tapi sejauh ini belum ada pemaksaan kesepakatan, belum ada keputusan akhir. Pemain lokal kemungkin setuju dengan keputusan yang diberikan federasi setempat (PSSI). Pemain asing juga mungkin ada yang setuju,” beber Bokhashvili.

“Tapi itu bergantung berapa bulan pemain harus menerima pemotongan gaji. Sangat penting juga kapan liga digulirkan kembali. Jika kelanjutan liga berlarut-larut, kemungkinan besar saya akan berkarir di tempat lain.”

“Saya tidak suka hanya duduk berdiam diri di rumah tanpa sepakbola. Jika Anda menanti terlalu lama, dan mengambil risiko hanya karena faktor gaji, ke depannya Anda sangat berpeluang besar tidak mempunyai klub sama sekali.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Debut Perdana, Rahmad Darmawan Sukses Membawa RANS Cilegon FC Menang Atas Perserang Serang

Jakarta – Rahmad Darmawan sukses melewat debut perdananya melatih RANS Cilegon FC dengan membawa kemenangan ...